OVO Sediakan Fitur Investasi di Aplikasi

24

FinTechnesia.com | Survei OVO dan Kantar terkait kebiasaan investasi pada generasi milenial, yang menemukan bahwa 6 dari 10 responden lebih suka memiliki tabungan daripada berinvestasi. Sebanyak 50% responden menilai investasi reksa dana memiliki risiko terlalu tinggi untuk keuangan mereka. Salah satunya karena proses pencairan tidak ramah dan lama untuk mendapatkan keuntungan.

Maka, OVO didukung Bareksa sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) meluncurkan fitur Invest di aplikasi OVO. Presiden Direktur OVO dan Co-Founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra menjelaskan, integrasi e-money dan e-investment, terlihat pada integrasi Alipay dan Yu’e Bao di China.

“Langkah itumencatatkan sukses besar dalam mengenalkan investasi reksa dana secara masif di kalangan milenial,” kata Karaniya, Selasa (26/1). Dalam mengembangkan langkah ini, OVO telah berkonsultasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Produk eksklusif di platform OVO adalah reksadana pasar uang Manulife OVO Bareksa Likuid (MOBLI) yang dikelola oleh Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). Afifa, Presiden Direktur Interim MAMI mengatakan, pihaknya melakukan kegiatan edukasi finansial dan terus berinovasi serta berkolaborasi dengan para mitra untuk memberikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat Indonesia ke produk reksadana. “Kami secara aktif berkolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk dengan mitra di industri keuangan digital,” kata Afifa. (yof)