Jumat, 9 Desember 2022

TaniHub Buka Akses Pasar Mitra Petani di Bali

BACA JUGA

- Advertisement -

Fintechnesia.com | Setelah memantapkan ekspansi di Bali dengan hadirnya cabang/gudang baru di Pulau Dewata, TaniHub Group berinteraksi dengan para petani dan menyerap hasil panen mereka. Salah satunya adalah Yuliati.

Petani ini berasal dari Bedugul, sebuah kawasan pegunungan di Bali yang terkenal dengan Danau Beratan dan Pura Ulun Danu, pura air terbesar di Pulau Dewata. Tempat tinggal dan lahan pertanian yang digarap Ibu Yuliati terletak di Desa Pancasari, persis di sekitar Danau Buyan, yang merupakan “saudara kembar” dari Danau Beratan.

Di Desa Pancasari yang terletak di Kecamatan Sukasada inilahYuliati menanam berbagai jenis buah dan sayur, di antaranya  stroberi, bawang, dan lobak. Desa yang terletak pada ketinggian 850 meter di atas permukaan air laut ini memang terkenal sebagai penghasil stroberi karena cuaca sejuk, sangat cocok untuk jenis tanaman tersebut.Sebelum bergabung menjadi mitra penyuplai TaniHub, Yuliati tidak mendapatkan kepastian atas pembelian hasil taninya secara rutin dan pembayarannya tidak menentu. Setelah bermitra dengan TaniHub, Yuliati mendapat jaminan akses pasar dan harga yang wajar (fair). Terlebih lagi, dengan TaniHub mendapat kepastian pembayaran yang hanya tiga sampai tujuh hari.

Manfaat dari pembayaran yang lebih cepat tersebut adalah cashflow yang lebih baik untuknya, sehingga ia dapat memutar uangnya lebih cepat pula untuk mengembangkan usaha tani. “Dengan membuka akses ke pasar untuk petani, kami memastikan seluruh hasil panen dapat terserap dan tidak ada lagi petani yang sengaja membuang panen mereka karena tidak tahu harus menjual ke mana, atau tidak mendapatkan harga yang wajar. Kami juga terus memastikan hasil panen yang kami dapatkan dari petani adalah yang terbaik untuk pelanggan kami,” ujar Direktur TaniSupply, Sariyo, dalam keterangannya, Ahad (2/2)

TaniHub, TaniFund, dan TaniSupply bernaung di bawah agritech startup TaniHub Group dengan visi ‘Agriculture for Everyone’, yang diwujudkan dengan mempercepat dampak positif dalam sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi informasi. Agriculture (Pertanian), Technology (Teknologi), dan Social Impact (Dampak Sosial) adalah tiga pilar utama perusahaan dalam menciptakan ekosistem untuk menata ulang sektor pertanian di Indonesia.

TaniHub adalah e-commerce platform B2B (business-to-business) dan B2C (business-to-consumer) untuk hasil tani, bertujuan untuk menghubungkan petani dengan berbagai jenis usaha serta end-user. TaniHub berdiri pada pertengahan 2016 oleh sekelompok anak muda yang berkeinginan kuat untuk mendukung petani yang menghadapi kesulitan dalam memasarkan hasil panen mereka.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya TaniHub, petani tidak hanya membutuhkan akses terhadap pasar, tetapi juga akses terhadap kebutuhan finansial. Maka pada 2017, berdiri platform crowdfunding TaniFund. Dua tahun kemudian, tahun 2019, TaniSupply terlahir untuk mengatasi permasalahan supply chain. (yof)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER