Luaskan Jaringan, LinkAja Hadir di Pulau Sumba

FinTechnesia.com | Uang elektronik terus memperluas akses. LinkAja misalnya, mulai pekan ini hadir di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Uang elektronik milik BUMN menandatangani perjanjian dengan Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Perjanjian terkait digitalisasi ekosistem dua kabupaten tersebut. Beberapa ekosistem yang menggunakan LinkAja di sana meliputi ekowisata Mangrove Liberani, tiket wisata di Desa Wisata Bali Loku, Kampung Adat Prai Ijing, Bodo Ede dan Prai Goli, paket wisata Sumba yang dapat dipesan online di website Goers, dan berbagai macam rumah makan di Tambolaka dan Waikabubak. Ke depan, LinkAja juga akan hadir untuk mendukung transaksi nontunai di Desa Wisata Pajoreja, Kabupaten Nagakeo, NTT

Penggunaan QR Code sudah menggunakan standar QRIS. Sehingga memungkinkan wisatawan menggunakan beragam penerbit sistem pembayaran.

Haryati Lawidjaja, Pejabat Operasional Harian Direktur Utama LinkAja mengatakan, kehadiran LinkAja di di dua kabupaten itu untuk meningkatkan pemerataan akses layanan keuangan digital di seluruh Indonesia. “Fungsi uang elektronik sejatinya untuk membantu mencapai inklusi keuangan. Tugas kami untuk mencapai masyarakat yang belum memiliki akses perbankan. Kami harap kontribusi LinkAja menjadi solusi kebutuhan harian yang memudahkan kehidupan masyarakat Sumba,” terang Fey, panggilan Haryati.

Pengisian saldo, maupun tarik tunai dapat dilakukan di beberapa titik lokasi MILA (Mitra LinkAja), Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), ATM Link dan jaringan ATM Bersama di Pulau Sumba. Dengan menggunakan LinkAja, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi. Seperti pembayaran listrik, BPJS, bahan bakar di SPBU Pertamina, pengiriman uang melalui nomor telepon dan antar rekening bank, pembayaran transportasi umum, donasi di rumah ibadah maupun kebutuhan lain. (sof)