Selasa, 9 Agustus 2022 | 12:30 WIB

Meski Wabah Corona, Laba BTPN Syariah Masih Tumbuh 39,5% Menjadi Rp 402 Miliar

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Di tengah pandemi corona, BTPN Syariah mencatatkan pertumbuhan pada kuartal pertama 2020 ini. Dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 9,7 triliun tumbuh 23,8% dari periode sebelumnya Rp 7,8 triliun. Penyaluran pembiayaan tumbuh 22,1% menjadi Rp 9,2 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya senilai Rp 7.5 triliun.

Rasio pembiayaan bermasalah alias non performing financing (NPF) tetap terjaga sebesar 1.4%.  Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) masih kuat di angka 42,4%. Fokus melayani segmen keuangan inklusif, BTPN Syariah terus  membangun optimisme kepada nasabahnya untuk melampaui masa sulit pandemi ini bersama-sama. Melalui program pendampingan berkelanjutan, dengan melayani transaksi keuanga. Baik dalam hal relaksasi atau kelonggaraan pembiayaan bagi nasabah yang usahanya terdampak langsung atau kebutuhan perbankan lain.

Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan BTPN Syariah, Arief Ismail, menjelaskan, kondisi saat ini tidak mudah bagi semua usaha termasuk perbankan. BTPN Syariah tetap optimistis dan fokus  untuk melayani nasabah kami yang unik, yaitu para perempuan dari keluarga prasejahtera produktif yang tersebar di berbagai daerah.

Nasabah BTPN Syariah terbiasa dilayani oleh petugas lapangan langsung ke tempat mereka secara regular. Setelah wabah corona, pertemuan harus memenuhi protokoler kesehatan yang berlaku. Melalui telepon, WhatsApp atau SMS.  Pendekatan ini tidak hanya menjalankan anjuran peraturan regulator untuk tetap melayani transaksi keuangan masyarakat, namun lebih dari itu. “Kami perlu mengetahui kebutuhan mereka, misalnya relaksasi pembiayaan, atau sekedar melayani penarikan tabungan. Namun yang terpenting dari itu semua, pendekatan ini memastikan semangat mereka untuk terus berusaha tetap terjaga. Semangat ini yang membuat kreativitas mereka jadi tumbuh dan tidak menyerah menghadapi masa sulit ini. BTPN Syariah mendukung,” terang Arief, Rabu (29/4)

Hingga kuartal I-2020, total aset BTPN Syariah tumbuh 27,6% menjadi Rp 16 triliun dari Rp 12,5 triliun.  Adapun laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp 402 miliar, tumbuh 39,5% dari Rp 288 miliar year on year. (eko)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER