Rabu, 7 Desember 2022

Bisnis Co-living Berpeluang Menyalip Tren Co-Working Pasca Pandemi Corona

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Pandemi corona atau COVID-19 memaksa jutaan orang untuk bekerja dari rumah. Menurut Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, per 1 April 2020, sebanyak 1.043.773 pekerja formal didorong untuk bekerja dari rumah.

Angka tersebut semakin melonjak seiring pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku sejak 10 April 2020. Namun beberapa tahun terakhir, bekerja jarak jauh telah terakomodir dengan makin menjamurnya co-working space. Konsumen merasakan manfaat dari co-working space tersebut melalui komunitas serta fasilitas yang disediakan oleh operator co-working. Namun, dengan beragam peristiwa baru-baru ini, para pekerja jarak jauh bisa saja terbuka mata mereka untuk mencari pilihan tempat tinggal lain yang juga dapat menghadirkan fasilitas serta nuansa komunitas.

Keyakinan tersebut didorong oleh hasil survei Buffer pada tahun 2019 yang menyatakan kalau 84% pekerja jarak jauh nyatanya masih memilih untuk melakukannya di rumah mereka. Dari situ, ‘saudara jauh’ co-working, yaitu co-living, bisa menjadi suatu tren baru di masa yang akan datang dengan menyediakan kombinasi yang sesuai bagi populasi pekerja jarak jauh yang sedang bertumbuh pesat.

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER