Jumat, 1 Juli 2022 | 20:40 WIB

Penggunaan Transaksi Contactless Visa Terus Meningkat

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Pembayaran digital terus menjadi favorit. Pekan lalu Visa mengumimkan, transaksi Visa contactless bertumbuh lebih dari 700% pada periode 2018 dan 2019. Seiring kebutuhan masyarakat Indonesia akan cara membayar yang cepat, inovatif, dan aman.

Pada periode sama, jumlah kartu kredit dan debit Visa contactless yang beredar di pasar meningkat sekitar 500%. 

Penerimaan pembayaran contactless juga semakin luas. Saat ini tersedia di berbagai kategori pedagang/merchant. Termasuk hipermarket, restoran, kedai kopi, toko kue dan roti, pom bensin, bioskop. Juga toko serba ada, seperti Carrefour/Transmart Carrefour, Foodmart, Giant, Hero, Hypermart, Hyfresh, LOTTE Mart, Primo, Pepito, Bakmi GM, Hoka-Hoka Bento, McDonald’s Indonesia, Yoshinoya, Maxx Coffee, Tous Les Jours, Shell, Cinepolis, Cocomart, Guardian dan sebagainya.

Presiden Direktur Visa Indonesia, Riko Abdurrahman mengatakan, pertumbuhan transaksi kartu contactless secara signifikan telah bertumbuh selama 24 bulan terakhir hingga akhir tahun 2019 seiring misi pemerintah dan Bank Indonesia (BI). “Studi Consumer Payment Attitudes kami terbaru juga menunjukkan masyarakat Indonesia cukup siap menyambut gaya hidup nontunai. Lebih dari 40% masyarakat Indonesia membawa uang tunai lebih sedikit dibandingkan dua tahun lalu. Alasan mereka meningkatnya penggunaan pembayaran kartu dan contactless. Serta persepsi bahwa membawa uang tunai dalam jumlah banyak tidak aman,” terang Riko, pekan lalu.

Teknologi contactless mengubah lanskap pembayaran di toko, dan membuka ruang untuk inovasi yang lebih menitikberatkan pada pengalaman konsumen. Pembayaran contactless menawarkan pengalaman berbelanja yang lebih aman dan nyaman bagi pelanggan. Serta meningkatkan produktivitas saat proses pembayaran (checkout) bagi merchant.

Di Indonesia, pembayaran Visa contactless memungkinkan konsumen menyelesaikan transaksi dengan kecepatan sekali tap tanpa harus otorisasi PIN atau tanda tangan untuk nominal di bawah Rp 1 juta.

Data Visa menunjukkan pemegang kartu contactless di Indonesia berbelanja rata-rata Rp 332.000 per transaksi. Baik menggunakan kartu debit maupun kredit contactless. Umumnya dalam kategori makanan dan bahan makanan.

Pada gilirannya berkontribusi menggencarkan pengenalan pembayaran nontunai di sektor tersebut. “Studi kami menunjukkan, 70% pemegang kartu contactless di Indonesia berencana lebih sering menggunakan. Dengan 77% di antaranya berencana menggunakan transaksi contactless setidaknya sepekan sekali,” terang Riko. (eko)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER