Amartha Menggaet Pendanaan dari Dana Investasi Pemerintah Norwegia Sebesar Rp 107 Miliar

Amartha
Amartha dan nasabah

FinTechnesia.com | Amartha berkolaborasi dengan Norfund. Keduanya menyediakan akses permodalan untuk mendigitalisasi sektor ekonomi informal di Indonesia.

Kolaborasi ini ditandai penandatanganan kerjasama antara Duta Besar Norwegia, Vegard Kaale dan Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra di Kedutaan Norwegia, Jakarta pada Jumat (4/6)).

Norfund merupakan dana investasi dari pemerintah Norwegia untuk negara berkembang. Misinya menciptakan lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan berinvestasi pada bisnis yang mempromosikan pembangunan berkelanjutan.

Dengan pendanaan senilai US$ 7,5 Juta atau setara Rp 107 miliar dari Norfund, Amartha akan menyalurkan modal usaha untuk memberdayakan perempuan pengusaha mikro di pedesaan. Serta mendorong kegiatan usaha yang ramah lingkungan dengan upaya-upaya. Seperti, meminimalisir limbah plastik serta mengadopsi budaya hemat energi dengan menggunakan panel surya yang terjangkau.

Sejak tahun 2018, perusahaan teknologi finansial peer to peer lending yang berfokus dalam pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro di desa itu berpartisipasi dalam kegiatan ramah lingkungan dengan mempromosikan manajemen lingkungan, sosial dan korporat atau ESG (environmental, social, and corporate governance).

Fay Chetnakarnkul, Direktur Investment Norfund dan Head of Asia regional Office mengatakan, Norfund bekerjasama dan mendanai di institusi keuangan untuk mendukung mereka agar lebih kuat lagi dmenyediakan akses permodalan dan layanan keuangan kepada ekonomi mikro dan segmen unbankable. “Kami sangat menghargai kerjasama ini dengan Amartha. Dan upaya mereka memberdayakan perempuan pengusaha mikro di Indonesia,” kata Fey, Jumat (4/6).

Vegard Kaale menambahkan, meskipun pertumbuhan ekonomi di Indonesia sangat baik, inklusi keuangan masih menjadi isu besar di segmen masyarakat prasejahtera. Terutama bagi perempuan pengusaha mikro.

Norfund menjadi alat penting bagi Pemerintah Norwegia untuk menguatkan lembaga swasta di negara-negara berkembang. Serta menurunkan angka kemiskinan. “Pendanaan ini merupakan investasi pertama Norfund di institusi finansial di Indonesia dan saya harap upaya ini akan membantu pertumbuhan serta keberhasilan untuk Amartha,” terang Vegard.

Andi Taufan menyatkan dukungan Norfund, menandai kepercayaan terhadap usaha agar kembali pulih di masa yang sulit ini. Yakni masa pandemi yang tak kunjung usai. “Kolaborasi dengan Norfund tidak hanya membantu pertumbuhan ekonomi. Tapi juga melestarikan bumi yang kita cintai ini,” terang Andi Taufan

Amartha telah berhasil menyalurkan lebih dari Rp 3,7 triliun untuk memberdayakan 678,502 perempuan pengusaha mikro di lebih dari 18.900 desadi pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Selama masa pandemi, Amartha terus berkembang dan menjadi lebih tangguh. Dengan jumlah pinjaman yang jauh lebih banyak dan jumlah penyaluran melampaui nilai sebelum masa pandemi.

Sebagai perusahaan teknologi, Amartha berkomitmen mendigitalisasi pedesaan. Yakni dengan meluncurkan layanan keuangan dan produk-produk inovatif. Seperti tabungan, asuransi mikro serta belanja borongan, yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat ekonomi informal. (yof)