Indosat Ooredoo dan 3 Indonesia Resmi Merger, Ini Detailnya

FinTechnesia.com | Setelah tiga kali tertunda akhirnya merger itu tuntas. Ooredoo Q.P.S.C dan CK Hutchison Holdings Limited hari ini mengumumkan penandatanganan dari kesepakatan transaksi definitif.

Keduanya mengajukan penggabungan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia. Yaitu PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I). Perusahaan gabungan akan kemudian bernama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison.

Penggabungan Indosat Ooredoo dan H3I akan menyatukan dua bisnis yang saling melengkapi. Lalu menciptakan perusahaan telekomunikasi digital dan internet yang lebih besar dan lebih kuat secara komersial. Serta memberikan nilai tambah kepada seluruh pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat Indonesia.

Indosat Ooredoo Hutchison akan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia. Dengan perkiraan pendapatan tahunan hingga US$ 3 miliar.

Penggabungan aset dan produk dari Indosat Ooredoo dan H3I yang saling melengkapi akan mendorong inovasi dan pengembangan jaringan
Indosat Ooredoo dan H3I memiliki infrastruktur yang saling melengkapi.

Baca juga: Cetak Hattrick, Merger 3 Indonesia dan Indosat Ooredoo Tertunda Lagi

Penggabungan kedua asetnya akan membuat perusahaan gabungan mendapat keuntungan dari sinergi biaya dan belanja modal (capex).

Ooredoo Group saat ini memiliki 65% saham dan kendali atas Indosat Ooredoo lewat Ooredoo Asia. Penggabungan Indosat dan H3I akan menyebabkan CK Hutchison menerima saham baru di Indosat Ooredoo hingga 21,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison. Pada saat yang sama, PT Tiga Telekomunikasi akan menerima saham baru Indosat Ooredoo hingga 10,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison,

Bersamaan penggabungan bisnis, CK Hutchison akan mendapatkan 50% saham dari Ooredoo Asia dengan menukar 21,8% sahamnya di Indosat Ooredoo Hutchison untuk 33% saham di Ooredoo Asia. Kemudian, CK Hutchison juga mendapatkan tambahan 16,7% kepemilikan di Ooredoo Group lewat transaksi senilai US$ 387 juta.

Menyusul transaksi di atas, para phak masing-masing memiliki 50% dari Ooredoo Asia, yang diberi nama baru yaitu Ooredoo Hutchison Asia. Dan memiliki 65,6% saham dan kendali atas Indosat Ooredoo Hutchison.

Pada akhir transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan secara bersama-sama oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison. Perusahaan gabungan akan tetap terdaftar di Bursa Efek Indonesia.