Kemenkumham Tunjuk Bank BNI Jadi Mitra Aplikasi Perseroan Perorangan

FinTechnesia.com | Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menunjuk Bank BNI menjadi salah satu bank partner dalam implementasi aplikasi perseroan perorangan. Aplikasi Kemenkumhan ink memudahkan pelaku usaha melakukan pendaftaran, perubahan dan menyampaikan laporan keuangan. 

Aplikasi tersebut diluncurkan di Badung, Bali pada Jumat (8 Oktober 2021). Hadir pada peluncuran tersebut Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly beserta jajaran Kemenkumham, Gubernur Bali I Wayan Koster, serta Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly berharap, aplikasi perseroan perorangan menjadi simbol kebangkitan usaha mikro dan kecil (UMK) di Indonesia menjadi berdaya saing tinggi dan berkelas dunia.

Aplikasi tersebut dirancang user friendly. Sehingga para pelaku usaha dari segala lapisan dapat menggunakannya tanpa memerlukan bantuan orang lain. 

“Kementerian Hukum dan HAM turut berupaya membantu sektor usaha, khususnya UMK, melalui hadirnya bentuk badan hukum baru, yaitu perseroan perorangan. Ini merupakan sebuah terobosan dan yang pertama di dunia,”ujar Yasonna, akhir pekan lalu.

Melalui aplikasi perseroan perorangan ini, pelaku UMK dapat memiliki badan usaha yang berbadan hukum hanya dengan tiga langkah. Yaitu buat akun personal, isi form pendaftaran dan cetak bukti pendaftaran.

Selain itu, aplikasi juga terkoneksi dengan sistem Online Single Submission (OSS). Sehingga para pelaku usaha dapat langsung melanjutkan proses perizinan hingga mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Melalui berbagai kemudahan dalam pendirian badan hukum perseroan perorangan, pelaku UMK dan generasi milenial diharapkan dapat mengubah mindset dan lebih percaya diri untuk menjadi pelaku usaha. Sehingga bisa membuka lapangan kerja yang lebih banyak untuk membantu pemulihan perekonomian nasional setelah terkena dampak pandemi covid-19.

Direktur Treasury dan International BNI, Henry Panjaitan menyampaikan, BNI senantiasa mendorong para wirausaha baru untuk terus meningkatkan kapabilitas. Termasuk dalam hal digitalisasi untuk memperluas usahanya sampai mancanegara. 

“BNI juga telah memiliki Xpora yang merupakan one stop solution UMKM. Xpora akan memanfaatkan keberadaan Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) BNI untuk mempertemukan para pelaku UMKM Indonesia dengan para potential buyer di luar negeri,” ujar Henry. (eko)