Booming Crypto NFT, Awas, Maling Siber Semakin Mengintai

FinTechnesia.com | Mengamati penyerang canggih dengan sumber daya manusia mumpuni, seperti Lazarus dan sub-grupnya, BlueNoroff, peneliti Kaspersky menyimpulkan kita akan dihadapkan dengan gelombang serangan yang lebih signifikan terhadap bisnis cryptocurrency.

Industri non fungible token (NFT) yang berkembang tidak luput dari sasaran para pelaku kejahatan siber. Belum lama ini seorang kolektor NFT dan pemilik galeri seni yang berbasis di New York, Todd Kramer, dilaporkan menjadi korban pencurian hacker.

Dalam beberapa tweet yang saat ini telah dihapus, Kramer mengklaim, dia telah diretas. Dan koleksi NFT miliknya dari Bored Ape Yacht Club dan Mutant Ape Yacht Club telah dicuri. Nilainya sekitar US$ 2 juta atau lebih dari Rp 28,5 miliar.

Baca juga: Crypto NFT Marak, Ini Enam Marketplace NFT Asal Indonesia

“Kita akan melihat lebih banyak insiden pencurian properti NFT di tahun-tahun mendatang. Menjadi daerah yang benar-benar baru akan hal ini, maka akan dibutuhkan lebih banyak penyelidik yang terampil mengatasi gelombang awal serangan semacam itu,” terang Direktur Global Research & Analysis Team (GReAT) untuk Asia Pasifik di Kaspersky, Vitaly Kamluk, Rabu (12/1).

Selain itu, para ahli dari perusahaan keamanan siber global memperkirakan, serangan ini tidak hanya akan berdampak pada pasar cryptocurrency global, juga harga saham masing-masing perusahaan. Ini juga akan dimonetisasi oleh penyerang melalui perdagangan wawasan ilegal pasar saham. (eko)