Pandemi, Penyaluran Pinjaman Akseleran Melonjak 141%

FinTechnesia.com | Di tengah pandemi, Akseleran berhasil menyalurkan pinjaman usaha kepada ribuan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) atau peminjam (borrower) di sepanjang tahun 2021. Meningkat 141% dibandingkan realisasi di periode yang sama tahun 2020.

Penyaluran pinjaman usaha Akseleran sudah merambah ke wilayah lain yang berada di luar
Jawa. Antara lain di Kalimantan Timur, Riau, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Sumatera Utara.

CEO dan Co-Founder Akseleran, Ivan Tambunan mengatakan, peningkatan borrower mempertegas komitmen Akseleran memperluas akses pendanaan ke sebanyak-banyaknya UMKM yang membutuhkan permodalan. Khususnya di tengah situasi yang masih sulit sebagai dampak pandemi Covod-19.

Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp 3,7 triliun kepada lebih dari 2.800 borrower. Sepanjang 2021, Akseleran didukung oleh lebih dari 175.000 pemberi dana pinjaman perorangan (retail lender) dari Aceh hingga Papua dan 12 institutional lender ydari perbankan maupun Lembaga Jasa Keuangan (LJK) lain, termasuk bank perkreditan rakyat (BPR).

“Di kuartal keempat tahun ini, rata-rata bulanan untuk penyaluran pinjaman usaha Akseleran
sudah menembus angka Rp 177 miliar,” ujar Ivan, pekan lalu.

Di Desember 2021 tercatat, Akseleran mampu menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp 190 miliar. Atau tumbuh hingga 84% dibandingkan Desember 2020.

Rekor penyaluran pinjaman usaha Akseleran terjadi di bulan November 2021 yang mencapai Rp192 miliar. Dan menjadi salah satu faktor penopang Akseleran berhasil menyalurkan total penyaluran pinjaman usaha sebesar Rp1,9 triliun lebih selama 12 bulan terakhir atau tumbuh 102% jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2020.

Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) Akseleran di akhir tahun 2021 berada di angka tetap rendah, yakni 0,07% dari total kumulatif penyaluran pinjaman usaha. Menurun hingga sebesar 0,1% dibandingkan realisasi per 31 Desember 2020.

“Memperlihatkan keberhasilan Akseleran dalam melakukan mitigasi risiko kredit macet demi meningkatkan kenyamanan bertransaksi kepada seluruh pengguna Akseleran di Indonesia,” terang Ivan, pekan lalu.

Sejauh ini para lender Akseleran tidak perlu lagi khawatir dalam melakukan pengembangan dana karena terjadinya risiko kredit macet di Akseleran sangat terukur.

“Kami implementasikan proteksi asuransi kredit. Semula hanya 90% dari pokok pinjaman tertunggak, sudah menjadi 99% dari pokok pinjaman tertunggak per 1 September 2021. Kami optimistis, akan melanjutkan kembali pertumbuhan kinerja Akseleran di tahun 2022. Dengan menargetkan total pinjaman usaha naik hingga dua kali lipat atau menjadi sebesar Rp4 triliun,” tambah Ivan. (eko)