Selasa, 27 Februari 2024
FINTECHNESIA.COM |

Laba Bersih Adira Finance Kuartał I 2022 Sebesar Rp 304,5 Miliar, Tumbuh 44,3%

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Pemerintah optimistis, b ekonomi di tahun 2022 tumbuh sekitar 4,8%-5,5%. Inflasi domestik mulai beranjak meningkat. Di level 2,6% di Maret 2022, dari 1,9% di Desember 2021.

Sedangkan nilai tukar masih stabil di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih berlangsung. Sehingga Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga BI7DRR di level 3,50%. 

Per 31 Maret 2022, insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) berdasarkan segmen harga jual antara Rp 200 juta sampai dengan Rp 250 juta telah berakhir.

Namun konsumen tetap dapat menikmati insentif PPnBM untuk segmen mobil LCGC. Dengan potongan sebesar 2/3 dari tarif PPnBM. 

Adira Finance mencatatkan pembiayaan baru meningkat 32,5% yoy menjadi Rp 7,2 triliun di kuartal I 2022.

Piutang (termasuk porsi pembiayaan bersama) sebesar Rp 40,8 triliun hingga Maret 2022. Sedikit menurun 2,8% y/y dibandingkan periode sama tahun lalu.

Penurunan pada piutang disebabkan rundown portfolio lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pembiayaan baru. 

Adira Finance terus melanjutkan pengembangan dan mempercepat digitalisasi di seluruh organisasi dan ekosistem. Seperti proses digital/ otomatisasi dan berinvestasi dalam bisnis digital (Adiraku, momobil.id, momotor.id, moservice.id, dicicilaja.co.id dan lain-lain). Ini untuk mendorong efisiensi bisnis dan mempermudah nasabah dalam melakukan pembiayaan bersama Adira Finance. 

Di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid April 2022, Adira Finance hadir sebagai Official Multifinance Partner bersama dengan Danamon dan didukung oleh MUFG sebagai Official Bank Partner.

Merka beragam program dan promo. seperti bunga pembiayaan yang kompetitif, cashback, dan berbagai promo lain.

“Perusahaan juga menawarkan pembiayaan untuk produk non-otomotif. Ssperti gadget, elektronik, furnitur, hingga pinjaman dana multiguna (MPL),” kata I Dewa Made Susila, Direktur Utama. 

Hingga Maret 2022, Adira memberikan restrukturisasi nasabah terdampak. Covid-19. Per posisi Desember 2021, jumlah kumulatif nasabah irestrukturisasi sebanyak Rp 19 triliun.

Sementara itu, nilai outstanding akun restrukturisasi menjadi Rp 4,31 triliun. Sebanyak Rp 24 miliar masih dalam masa tenggang per posisi Maret 2022. 

Per Maret 2022, rasio gross NPL konsolidasi membaik menjadi sebesar 2%. Dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 3,4%.

Adira Finance mencatatkan pertumbuhan laba bersih 44,3% y/y menjadi Rp304,5 miliar. Peningkatan ini didorong oleh pendapatan bunga meningkat sebesar 3,9% y/y menjadi Rp2,2 triliun. 

Dari sisi pendanaan, Adira terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan. Melalui dukungan berkelanjutan dari pembiayaan bersama dengan perusahaan induk, Bank Danamon. Dan memperoleh pinjaman eksternal (pinjaman bank dan obligasi).

Per posisi Maret 2022, Pembiayaan Bersama mewakili 47% dari piutang yang dikelola. Sementara itu, total pinjaman eksternal Perusahaan di Maret 2022 turun 12,1% y/y menjadi Rp 11,8 triliun.

Hasilnya, gearing ratio turun dari sebelumnya 1,6 kali menjadi 1,4 kali di kuartal I/2022. Di bulan Maret 2022, Adira telah menerbitkan Obligasi PUB V Tahap III dan Sukuk Mudharabah IV Tahap III tahun 2022 senilai Rp 2triliun dengan oversubscribe 3,4x. (ari)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER