Senin, 5 Desember 2022

Bank DBS Indonesia, Blibli dan Magalarva Mengolah Sampah Jadi Makanan Ternak

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Bank DBS Indonesia, Blibli, dan Magalarva mengusung kampanye ‘More sustainability actions, less waste’. Aksi ini mendukung Indonesia yang berkelanjutan.

Kampanye ini bagian dari gerakan Makan Tanpa Sisa yang telah dijalankan oleh Bank DBS Indonesia sejak tahun 2020. Kali ini dengan mengolah makanan kedaluwarsa agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) guna menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.

Magalarva mengumpulkan makanan kedaluwarsa yang berada di gudang Blibli untuk diolah menjadi pakan ternak. Bank DBS Indonesia berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan Blibli dengan Magalarva sebagai wirausaha sosial mitra dari DBS Foundation.

Data Waste4Change tahun 2021 menunjukkan angka kapasitas penampungan di seluruh TPA di Indonesia hampir penuh. Masyarakat Indonesia yang membuang sampah makanan setidaknya sebesar 23 juta-48 juta ton per tahun.

DKI Jakarta menjadi wilayah dengan tingkat pembuangan sampah tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 455,3 juta m3/tahun. Menyumbang hampir 28% dari total seluruh sampah di provinsi Indonesia.

Head of Group Marketing Strategic & Communications Bank DBS Indonesia, Mona Monika mengungkapkan, Bank DBS Indonesia berkomitmen menjalankan bisnis dengan agenda keberlanjutan melalui kolaborasi bersama para pelaku industri dan organisasi pegiat lingkungan yang memiliki visi serupa.

“Bekerja sama dengan mitra-mitra strategis memberikan kami harapan bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk mengurangi dampak emisi karbon demi menuju Indonesia yang lebih berkelanjutan,” kata Mona, pekan lalu.

Melalui kolaborasi ini, Blibli menyerahkan makanan berlebih yang sudah kedaluwarsa berupa bahan pangan (groceries). Termasuk makanan dalam kemasan seperti biskuit, sereal, mie instan, tepung bumbu, saos, kental manis, teh, kopi, susu bubuk, susu cair, dan bahan olahan dan lainnya.

Bahan pangan yang telah kedaluwarsa ini akan diangkut secara berkala oleh Magalarva dari tiga gudang Blibli yang berlokasi di Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Kemudian diolah menjadi pakan ternak ikan dan udang.

Tidak hanya menyelamatkan sekitar 13 ton sampah makanan, kolaborasi ini dapat menghasilkan pakan ternak sebesar lima ton yang akan diserap oleh para pembudidaya ikan dan udang di Indonesia.

Senior Vice President Operations Logistic & Warehouse Blibli, Bayu Sudjono menyampaikan, pengelolaan limbah makanan ini juga turut mengoptimalkan penyimpanan barang di gudang Blibli sehingga lebih efisien.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas dalam menerapkan gaya hidup eco-conscious,” kata Bayu.

Magalarva merupakan wirausaha sosial yang bergerak di bidang pakan ternak berkelanjutan dengan mengolah limbah organik menggunakan larva Black Soldier Fly. Sehingga berkontribusi pada ekonomi sirkular.

Black Soldier Fly Larvae (BSFL) merupakan sumber protein yang lebih berkelanjutan dan efisien. Magalarva memiliki beberapa produk seperti protein serangga untuk pakan ternak, minyak serangga, dan pupuk organik.

“Setiap harinya kami bisa mengolah setidaknya 10 ton sampah makanan di Indonesia menjadi produk berkelanjutan. Seperti pakan ternak ikan dan udang. Lewat kolaborasi ini Magalarva berharap akan ada semakin banyak pihak yang sadar akan pentingnya pengolahan limbah makanan,” papar Founder & CEO, Magalarva Rendria Labde. (nin)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER