Senin, 6 Februari 2023

DANA Ikut Menyukseskan Ajang Puncak KTT G20 

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan menghadirkan International Fintech Summit (IFS) 2022. Perhelatan ini mengajak pelaku industri untuk meneropong lebih dalam standardisasi sistem pembayaran. 

Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia menyatakan, hadirnya industri teknologi finansial seperti DANA adalah memberikan akses yang mudah, aman, dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga dapat mempersempit kesenjangan akses layanan keuangan itu sendiri.

“Salah satu wujud nyatanya adalah implementasi sistem Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) yang melengkapi sistem QR Indonesian Standard (QRIS) sebagai standardisasi interkoneksi pembayaran,” ujar Vince, Senin (21/11). 

Kehadiran SNAP akan menghilangkan fragmentasi dari sistem pembayaran yang ada pada saat ini dan membuka lebih banyak potensi kolaborasi dalam sistem pembayaran di Indonesia. Standardisasi SNAP juga menjadi bukti pentingnya standar nasional untuk menyeragamkan bahasa, protokol, dan instruksi yang menjadi fasilitas interkoneksi antar aplikasi.

SNAP dapat diibaratkan sebagai bahasa ibu bagi pelaku sistem pembayaran, baik bank dan tekfin. Sehingga interkoneksi dan interoperabilitas menjadi jauh lebih mudah dalam integrasi. 

Baca juga: Transaksi di Thailand Sudah Bisa Pakai Rupiah Menggunakan DANA

Manfaat SNAP bagi pelaku industri adalah efisiensi, jadi dahulu yang biasa kami membutuhkan waktu berbulan-bulan, atau kadang bertahun-tahun untuk berintegrasi Sekarang dapat dilakukan dengan waktu lebih singkat. Sehingga, kami dapat jauh lebih fokus terhadap pengembangan inovasi dan teknologi. 

“DANA sekarang sudah SNAP 100% dan merupakan first mover dari implementasi ini,” tambah Vince.

Hangatnya topik standardisasi sistem pembayaran, terutama setelah peluncuran QRIS Cross Border oleh DANA Indonesia pada Agustus silam di Thailand, mendatangkan atensi luar biasa.

Indonesia dan Thailand telah melakukan standardisasi pembayaran QR masing-masing, baik QRIS dan QR Thailand, atau yang disebut dengan Prompt P

Dina Artarini, Chief Legal and Compliance DANA Indonesia bersamabank sentral dan pelaku industri kedua belah negara berpendapat bahwa QRIS Cross Border merupakan inovasi lanjutan dari QRIS dan telah mendorong masyarakat bertransaksi secara nontunai. Kebiasaan menukar uang asing sekarang dapat ditinggalkan dan pembayaran transaksi dapat dilakukan lewat ponsel. 

Tentunya metode pembayaran baru ini membutuhkan sosialisasi yang terus menerus oleh semua pihak. DANA merupakan pelaku nonbank pertama yang dapat memfasilitasi QRIS Cross Border.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebutkan, Indonesia pada saat ini sedang mempersiapkan pembukaan negara-negara lain, termasuk Malaysia dan Singapura dalam waktu dekat. Bersama dengan Bank Sentral Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Konektivitas Pembayaran Kawasan ASEAN pada 14 November 2022 lalu. (kai)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER