Senin, 15 April 2024
FINTECHNESIA.COM |

Masuk Dunia Kerja Bidang Gaming, Ini Tips dari UniPin

BACA JUGA




FinTechnesia.com | UniPin Community kembali menyelenggarakan webinar untuk mengedukasi kalangan mahasiswa agar dapat memahami lebih dalam mengenai seluk beluk komunitas esports.

UniPin membagikan ilmu yang selama ini dibutuhkan oleh mereka yang ingin terjun ke industri esports. Webinar daring melalui ZOOM ini menghadirkan pembicara yang andal di bidangnya untuk membahas topik terkait. 

Bagi para mahasiswa yang baru lulus kuliah dan tengah mengeksplorasi pilihan mereka dalam berkarier, menncari pekerjaan merupakan tantangan tersendiri. Gaming dan esports adalah industri yang banyak menarik perhatian mahasiswa karena dekat dengan hobi mereka. 

Membuka webinar, Arya Bintang, VP Global HRGA UniPin, Arya Bintang menjabarkan, industri gaming dan esports lebih dari sekedar atlet-atlet atau talent di depan layar. Di balik itu, banyak kesempatan kerja yang terbuka di sektor tersebut.

Ada HR, ada finance, ada marketing, bahkan perusahaan-perusahaan gaming yang besar mungkin punya psikolog sendiri. “Kemudian ada researcher, penulis gaming, lawyer, dan lain-lain. Jadi buat teman-teman mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas, mungkin profesi-profesi seperti ini yang lebih bisa relate,” ujar Arya, Rabu (28/2).

Beberapa keahlian dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja, khususnya untuk menghadapi lingkungan dan menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan. Meski pengalaman adalah salah satu pertimbangan besar bagi HRD, pendidikan masih jadi hal utama yang jadi pertimbangan dalam memilih kandidat.

Arya memaparkan beberapa keahlian utama yaitu hard skill dan soft skill yang dibutuhkan di dunia kerja khususnya industri gaming.

Baca juga: Awali Tahun, UniPin Tebar Cashback dan Promo Melimpah Sebulan Penuh

Hard skill atau technical skill itu dapatnya dari pendidikan formal, pelatihan, atau sertifikasi. Selain itu, soft skill juga penting. “Memang ini gampang-gampang susah karena berdasarkan pengalaman dari lingkungan. Contohnya soal kejujuran dan kemampuan kepemimpinan,” ujar Arya. 

Hal lain yang tak kalah penting dalam proses pencarian kerja adalah soal personal branding. Menjelaskan soal ini, Arya memberi beberapa tips membangun personal branding dan memasuki dunia kerja sesuai dengan passion yang dimiliki. 

“Kami orang talent biasanya melihat kandidat, selain dari CV, kami juga melihat LinkedIn. Di situ silakan teman-teman tulis aja pengalaman organisasi, pengalaman ikut kegiatan apa saja, berhubungan juga dengan rekan-rekan sejawat, cari koneksi, setelah itu baru teman-teman bisa cari pekerjaan yang diinginkan dengan referensi dari koneksi-koneksi itu,” ujar Arya. (kai)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER