Integrasikan Fintech dan Bank dengan Open Banking

25

FinTechnesia.com | Saat ini, dari sekitar 400 juta orang dewasa di Asia Tenggara, hanya 104 juta banked. Mereka menikmati akses penuh ke layanan keuangan.

Sementara 98 juta lain termasuk ke dalam kategori underbanked. Artinya mereka memiliki rekening bank tapi tidak memiliki akses cukup ke layanan kredit, investasi, dan asuransi. Sisanya, 198 juta orang adalah unbanked atau tidak memiliki rekening bank.

Di sisi lain, jutaan usaha kecil dan menengah menghadapi kesenjangan yang besar dalam hal pendanaan.

Kala pandemi COVID-19 mendera bidang perekonomian nasional dan perilaku masyarakat turut berubah. Banyak nasabah perbankan konvensional beralih ke layanan digital, merespons pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sistem, kerangka open banking diyakini memainkan peran penting dalam mempercepat transformasi digital perbankan.

“Visi blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, Bank Indonesia (BI) mendorong peran industri perbankan mengembangkan open banking di sistem pembayaran melalui perumusan standar open API (application programming interface). Yakni keterkaitan antara industri perbankan dan teknologi keuangan (fintech),” kata Erwin Haryono, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Rabu (22/7).

Standar open API ini akan diterapkan secara bertahap untuk semua penyedia layanan sistem pembayaran.

Di Singapura, Monetary Authority of Singapore (MAS) adalah lembaga pertama di Asia Tenggara yang merumuskan kebijakan open banking.

Tapi sampai saat ini belum mengharuskan industri perbankan untuk berbagi data. Imbasnya, bank-bank di Singapura didorong mengembangkan dan berbagi sistem API.

Maka, memfasilitasi inovasi dan kerjasama fintech dan bank,  The Asean Financial Innovation Network (AFIN) meluncurkan API Exchange (APIX). Ini adalah platform inovasi yang menampilkan marketplace untuk fintech dan lembaga keuangan.

APIX menghubungkan, berbagi ide, dan berinovasi secara kolaboratif dalam sebuah sandbox. “Kami berusaha menciptakan lingkungan yang kohesif dengan kumpulan API,” kata Manish Diwaan, Direktur Pelaksana AFIN.

Budi Gandasoebrata, Wakil Ketua Umum Aftech dan Managing Director GoPay menjelaskan, open banking dapat mendorong kompetisi dan inovasi sektor jasa keuangan Indonesia. “Kami berharap open API menjadi jembatan yang menghubungkan industri perbankan dan fintech. Tujuannya meningkatkan kecepatan inovasi dan inklusi keuangan di Indonesia,” terang Budi.

Standar open API mendukung open banking dalam transaksi pembayaran. Mendorong transformasi digital di industri perbankan serta interlink antara bank dan fintech. (yof)