Pertumbuhan Kredit Bank Masih Lemah dan Kualitas Aset Terus Menurun

33

FinTechnesia.com | Pada Juli 2020, kredit
perbankan tumbuh stagnan 1,5% year on year (yoy). Tak terlalu berbeda dibanding bulan sebelumnya. “Ini pertumbuhan kredit terendah dalam 20 tahun pasca krisis moneter 1998-1999,” tulis Office of Chief Economist Bank Mandiri, Senin (7/9)

Kredit modal kerja masih mengalami pertumbuhan negatif sebesar 0,9% yoy. Setelah Juni 2020 juga kontraksi, saat itu sebesar 1,3% yoy.

Pertumbuhan kredit konsumsi menurun menjadi 1,5% yoy dari 2,3% yoy pada bulan Juni. Sedangkan pertumbuhan kredit investasi sedikit naik menjadi 5,9% yoy dari bulan sebelumnya sebesar 5,6% yoy.

Pertumbuhan kredit ke sektor-sektor utama masih sangat lemah. Industri perdagangan besar dan eceran mengalami kontraksi sebesar 5,4%. Sedangkan kredit ke sektor industri pengolahan hanya tumbuh 1,7% yoy.

Sementara itu provinsi-provinsi yang berkontribusi besar terhadap total kredit juga masih tumbuh sangat rendah. Kredit di DKI Jakarta dan Jawa Barat hanya tumbuh, masing-masing sebesar 0,6% dan 1,8% yoy. Beberapa provinsi yang kreditnya mengalami kontraksi adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Masing-masing terkontraksi sebesar 2,6%, 4,2%, dan 2,2%.