Sumbangkan Rp 300 Triliun ke Perekonomian, Ini Cara GoTo

FinTechnesia.com | Merger Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo diperkirakan menghasilkan entitas baru dengan valuasi mencapai US$ 40 miliar. Angka ini setara Rp 560 triliun. 

Pasca merger, Gojek dan Tokopedia akan menjalankan initial public offering (IPO) di bursa saham Indonesia. Besarnya basis konsumen, mitra, maupun penjual yang terlibat dalam aktivitas Gojek dan Tokopedia bakal berdampak pada luasnya implikasi aksi merger yang dilakukan. Terutama pada aktivitas perekonomian Indonesia.

Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) menyebutkan, aksi merger ini akan menyumbangkan Rp 300 triliun. Angka ini setara 1,9%-2,1% produk domestik bruto (PDB). Serta menciptakan nilai ekonomi langsung sebesar Rp 17 triliun -Rp 34 triliun.

Nilai ekonomi tersebut akan terjadi pada sektor perdagangan, komunikasi dan informasi, restoran, dan pendapatan rumah tangga. “Berdasarkan simulasi tersebut, penggabungan dua unicorn anak bangsa tersebut diperkirakan menambahkan 0,1-0,3% dari kontribusi gabungan Gojek dan Tokopedia terhadap PDB, yang dilaporkan mencapai sampai dengan lebih dari 2% atau sekitar Rp 300 triliun,” ujar Tim Peneliti LPEM UI Chaikal Nuryakin, dalam rilis Jumat (4/6).

Penggabungan Tokopedia Gojek menjadi GoTo berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomiaan. “Keberadaan Tokopedia dan Gojek menurunkan entry barriers dalam mendirikan usaha. Sehingga mendorong lebih banyak orang/pekerja untuk berwirausaha,” papar Tim Peneliti LPEM UI, Prani Sastiono .

Merger berpotensi meningkatkan jumlah transaksi dan jumlah pengguna baru. Melalui penghematan biaya dan peningkatan produktivitas, diperkirakan akan ada 20,4 juta tambahan pengguna layanan same day/instant courier melalui Tokopedia. Lalu tambahan 1,3 juta transaksi oleh pengguna lama tokopedia dan dua juta tambahan transaksi dari pengguna lama Gojek.

“Jumlah pengguna baru juga naik. Diperkirakan terdapat 3,9 juta pengguna baru Gojek, 9,1 juta pengguna baru Tokopedia, 15,2 juta pengguna baru dompet digital, dan 589.000 penjual terdaftar baru di Tokopedia,” kata Chaikal

Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Agustinus Prasetyantoko juga menyampaikan dampak dinamis kontribusi Gojek dan Tokopedia terhadap perekonomian. “IPO hasil merger Gojek dan Tokopedia juga dapat mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di sektor keuangan yang dapat berkontribusi pada financial deepening,” ungkap Agustinus. (eko)