Target Dana IPO Rp 50 Miliar, Ultra Voucher Siap Ekspansi ke ASEAN

FinTechnesia.com | PT Trimegah Karya Pratama Tbk, perusahaan aggregator voucher diskon digital semakin dekat untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Perusahaan dengan merek Ultra Voucher memperoleh pernyataan efektif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 15 Juli 2021 dengan kode saham UVCR.

Direktur Utama Ultra Voucher, Hady Kuswanto menjelaskan, seiring pernyataan efektif ini, OJK menetapkan saham UVCR sebagai efek Syariah. Berdasarkan ketentuan regulator pasar modal, yang masuk efek syariah adalah saham dari perusahaan yang produk, jenis bisnis, jasa, dan akad beserta pengelolaannya tidak bertentangan dengan prinsip syariah. “Jenis kegiatan bisnis tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah. Seperti riba, judi, dan lainnya,” ujar Hady, Jumat (16/7).

Ultra Voucher telah menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai join lead underwriters (JLU) atau Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Mirae bersama PT NH Korindo Sekuritas Indonesia dan PT Surya Fajar Sekuritas.

Berdasarkan prospektus, Ultra Voucher menawarkan harga saham IPO UVCR di Rp 100 per saham. Dana yang akan terkumpul ditargetkan sebesar Rp 50 miliar dari pelepasan 500 juta lembar saham. Jumlah itu 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Ultra Voucher juga akan menerbitkan 250 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru Perseroan atau sebanyak-banyaknya 16,67%. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham barupada tanggal penjatahan. Dengan ketentuan setiap pemegang dua saham berhak memperoleh satu Waran Seri I.

Chief Operating Officer Ultra Voucher, Riky Boy Permata mengungkapkan, dana IPO akan digunakan untuk pengembangan produk dan fitur sebagai bagian dari transformasi bisnis. Serta penambahan channel distribusi melalui ekspansi hingga ke negara-negara di Kawasan ASEAN.

“Transformasi bisnis yang akan kami lakukan yakni pengembangan produk khusus investasi. Selain itu kami akan ekspansi dengan membuka kantor cabang di luar Indonesia. Yakni menyasar negara-negara di ASEAN,” kata Riky.

Berdasarkan prospektus, sekitar 36% IPO untuk belanja modal termasuk pengembangan produk dan fitur. Dan 34% untuk beban operasional termasuk penambahan sumber daya manusia, software, channel distribusi. Lalu 30% untuk peningkatan modal kerja termasuk pembelian persediaan voucher.

Riky mengungkapkan Ultra Voucher juga termasuk sebuah aplikasi dan features pelengkap atau supporting dari berbagai platform, perusahaan dan bank digital. Secara fundamental, bisnis Ultra Voucher menunjukkan performa positif, sepanjang 2020, laba bersih tahun berjalan tercatat melonjak 440,6%. Per Maret 2021, laba bersih tahun berjalan tercatat Rp 543,49 juta dengan total penjualan Rp 194,48 miliar.

Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Mukti Wibowo Kamihadi menjelaskan, tahapan dari rencana IPO Ultra Voucher terus berlanjut. Dan telah memperoleh pernyataan efektif dengan target pelaksanaan listing day pada 27 Juli 2021.

“Kami optimistis, saham UVCR akan sangat menarik untuk investor. Selain fundamental yang bagus dan berkesinambungan, prospek pengembangan bisnis juga terbuka lebar untuk menjadi perusahaan anak bangsa yang dapat berdaya saing global,” tambah Wibowo.

UVCR akan menggelar penawaran umum perdana pada 19 – 23 Juli 2021, penjatahan 23 Juli 2021, Lalu distribusi 26 Juli 2021, selanjutnya, listing day UVCR di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 27 Juli 2021.

Steffen Fang, Direktur Utama PT Surya Fajar Sekuritas, menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap IPO UVCR terlihat sangat tinggi, yang ditunjukkan oleh hasil bookbuilding per tanggal 7 Juli 2021 yang mencapai kelebihan pemesanan hingga 18,6x dari porsi pooling yang ditawarkan. Hal ini wajar mengingat sektor UVCR yang berada di sektor teknolog. Saat ini merupakan sektor yang diminati oleh investor, baik dalam maupun luar negeri.

Per Desember 2020, total downloader aplikasi Ultra Voucher sudah lebih dari 200.000 baik di perangkat android maupun iOS. Terdapat lebih dari 10.000 pengguna yang melakukan transaksi setiap bulan. 

Saat ini, Ultra Voucher telah menjalin kerja sama dengan 300 brand dan lebih dari 40.000 outlet di seluruh Indonesia. Adapun merchant yang bekerjasama dengan Ultra Voucher saat ini dari berbagai segmen. Yakni beauty & relaxation, departement store, e-commerce, entertainment, food & beverage (F&B), hotel & travel, accessories & jewelry, lifestyle, investment, dan lain-lain. (eko)