Selangkah Lagi, Akulaku Jadi Pengendali di Bank Neo Commerce

FinTechnesia.com | Beberapa waktu terakhir, kepemilikan dua pemegang saham Bank Neo Commerce terus menyusut. Mereka adalah Asabri dan Gozco Capital. Berkurangnya saham dua pemilik emiten berkode BBYB itu semakin masif beberapa hari terakhir.

Teka-teki itu akhirnya terjawab pada keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/7). PT Akulaku Silvrr Indonesia (Akulaku) siap mengambil alih Bank Neo Commerce (BBYB) dan menjadi pemegang saham pengendali.

Hal tersebut rencananya dilakukan pada Oktober 2021. Setelah ada izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Surat Nomor SR-16/PB.1/2021 pada tanggal 26 Juli 2021.

Pengambilalihan ini setelah Akulaku menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 24,98%. Jumlah kepemilikan sebanyak 1.872.177.646 saham.

Dalam publikasi Ringkasan Rancangan Pengambilalihan PT Bank Neo Commerce Tbk oleh PT Akulaku Silvrr Indonesia Kamis (29/7) menyebutkan, aksi korporasi ini dengan mempertimbangkan kepentingan banyak pihak. Seperti para pemangku kepentingan, kreditur, pemegang saham minoritas, dan karyawan BBYB.

Kreditur BBYB masih bisa mengajukan keberatan dengan batas waktu pengajuan sampai 12 Agustus 2021. Jika sampai tanggal tersebut tidak ada yang mengajukan keberatan, maka kreditur tersebut dianggap menyetujui pengambilalihan.

BBYB akan melaksanakan RUPSLB di Jakarta pada 20 September 2021 untuk menyetujui pengambilalihan. Pelaksanaan pengambilalihannya akan terjadi pada saat ditandatanganinya Akta Pengambilalihan di hadapan Notaris. Diperkirakan terjadi pada bulan Oktober 2021.

Apabila terdapat pemegang saham BBYB yang tidak menyetujui keputusan RUPSLB tentang pengambilalihan, ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Yakni sesuai dengan ketentuan Pasal 33 ayat (1) Peraturan OJK 41/2019.

Pemegang saham yang tidak setuju terhadap keputusan RUPS hanya dapat menggunakan hak untuk meminta saham mereka dibeli dengan harga yang wajar oleh bank. “Penggunaan hak tersebut tidak menghentikan proses pelaksanaan pengambilalihan,” tegas manajemen. (yof)