Tidak ada Pembeli Siaga, Bank Banten Sukses Menghimpun Dana Righs Issue Rp 618 Miliar

FinTechnesia.com | Bank Banten baru saja melaksanakan Penawaran Umum Terbatas VII (PUT VII) melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Minat investor terhadap PUT VII bank pembangunan daerah (BPD) ini tecermin dari realisasi penyerapan dana senilai Rp 618 miliar.

Pencapaian itu lebih tinggi 93,12% dari Rp 320,5 miliar pada PUT VI emiten berkode saham BEKS itu pada Januari 2021 lalu.

Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin menyampaikan, antusiasme investor publik terhadap rights issue BEKS di PUT VII ini kian atraktif dalam lima hari masa penggalangan dana. Yakni pada periode perdagangan HMETD di 14 Oktober-21 Oktober 2021.

Target action plan BEKS membutuhkan tambahan dana minimal Rp 600 miliar. “Meski tidak ada pembeli siaga dikarenakan waktu yang sangat singkat pada PUT VII itu, BEKS berhasil mencapai angka target action plan, yakni rencana bisnis bank (RBB) yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Agus, Selasa (26/10).

Baca juga: Ada Kabar Reliance Jadi Standby Buyer Rights Issue, Ini Kata Dirut Bank Banten

Agus berharap kepada konsorsium investor yang sudah mempersiapkan dana dapat segera mempersiapkan detail formulir persyaratan. Agar tidak tertinggal lagi pada PUT VIII di 2022

Rencananya, Bank Banten mengalokasikan dana rights issue ini untuk penyaluran kredit sekitar 65%. Lalu penguatan struktur keuangan perseroan sebesar 35%.

Perihal kelompok usaha atau konsorsium bisnis yang berminat menjadi investor di Bank Banten ini, Agus menyebutkan komitmen mereka terhadap Bank Banten tetap tidak berubah. “Mereka tetap berkomitmen untuk masuk ke BEKS” ungkap Agus

Pemprov Banten juga sudah bersiap untuk membuat peraturan daerah multiyear berkesinambungan untuk penanaman modal di Bank Banten.

“Komitmen Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) dengan memisahkan dari Banten Global Development (BGD) dan rencana penerbitan peraturan daerah (perda) mengenai modal untuk Bank Banten sebesar Rp 1,5 triliun hingga Rp 3 triliun untuk modal berkelanjutan Bank Banten ke depan,” ucap Agus. (eko)