Sabtu, 20 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

Pinhome Fasilitasi Pembelian Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan Tidak Tetap

BACA JUGA


FinTechnesia.com | Pinhome, menghadirkan program Cicil di Pinhome. Ini adalah program khusus untuk memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat berpenghasilan tidak tetap atau non fixed income (NFI) untuk memiliki rumah impian mereka.

Melalui program ini, pionir e-commerce jual, beli, dan sewa properti tersebut berupaya mengatasi persoalan pembelian rumah bagi calon pembeli yang belum bisa masuk kriteria perbankan dalam pengajuan kredit pemilikan rumah. Ini seringkali menghambat konsumen untuk memiliki rumah yang terjangkau.

Di program Pinhome terbaru itu terdapat alternatif skema pembelian rumah dengan dicicil selama 1-20 tahun. Jadi sambil menempati rumah tersebut.

Salah satu hambatan utama yang dihadapi para calon pembeli adalah uang muka (down payment) yang mahal. Biasanya mencapai minimal 15-20% dari harga total rumah.

“Harga properti yang terus meroket memang menjadi kendala utama dalam memiliki rumah. Yerutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” jelas Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch, belum lama ini.

‘Ditambah lagi dengan adanya dampak dari pandemi COVID-19. Minat konsumen membeli rumah segmen ini terhitung sedikit. Pandemi berdampak cukup signifikan pada daya beli.

“Oleh karena itu, perlu ada skema lain yang dapat mengakomodasi kebutuhan segmen ini. Tidak hanya bisa mendongkrak penjualan, juga bisa memberikan angin segar kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan tidak tetap.” lanjutnya.

Hambatan lain yang dialami masyarakat adalah terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang ketat untuk mendapatkan KPR. Bahkan walaupun mereka mampu secara finansial.

Selain itu, tahapan pengajuan KPR yang cukup panjang dan melibatkan banyak pihak juga menjadi salah satu concern dari pada calon pembeli.

Nah, Pinhome hadir untuk memberikan solusi yang lebih mudah agar masyarakat berpenghasilan rendah dan tidak tetap bisa memiliki rumah dengan lebih mudah.

“Kami berharap dengan dengan pogram ini, semakin banyak orang bisa mendapatkan rumah impian mereka menuju penghidupan yang lebih baik,” jelas Dayu Dara Permata, CEO Founder Pinhome, Dayu Dara Permata.

Program Cicil di Pnhome ini didukung dengan proses anti ribet dan fleksibel. Pertama, konsumen dapat menentukan rumah idaman. Pinhome akan melakukan inspeksi terhadap legalitas rumah tersebut.

Langkah kedua adalah konsumen mengirimkan dokumen persyaratan seperti KTP, NPWP, bukti penghasilan. Lalu membayar first payment yang bersifat refundable. Terakhir, konsumen sudah bisa menempati rumah pilihan mereka dan membayar cicilan tiap bulan sampai lunas.

“Kami juga melihat adanya sebagian konsumen yang sebenarnya sudah memiliki penghasilan yang mencukupi. Namun belum bisa masuk kriteria KPR perbankan karena pendapatannya yang tidak tetap. Kami berusaha menyederhanakan dokumen yang diperlukan calon pembeli, sambil tetap menjaga keamanan transaksi karena semua rumah tapak yang masuk program ini dapat dipantau melalui website Pinhome,” jelas Muhammad Hanif, Chief Commercial Officer Pinhome.

Program ini dengan tidak perlu adanya checking Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Selain itu, tiddak perlu ada income profile dengan cicilan yang fleksibel sampai 50%.

Meskipun terbilang baru, program #CicilDiPinhome ini terus dikembangkan dan disempurnakan oleh Pinhome. Yaitu dengan menggandeng mitra developer di berbagai kawasan dan mitra lembaga keuangan.

Pada Desember tahun 2021, Pinhome telah menandatangani MoU dengan PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero). Kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka sinergi pemberian fasilitas kepemilikan rumah.

Kerja sama ini nantinya akan merealisasikan Program KPR Sewa Beli dengan skema rent to own. ini merupakan produk untuk meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah non fixed income agar dapat memiliki hunian melalui skema sewa. Kemudian dilanjutkan dengan opsi membeli di tengah atau di akhir periode sewa.

SMF menjadi mitra Pinhome dalam memfasilitasi masyarakat. Khususnya yang memiliki keterbatasan akses pembiayaan untuk dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam memiliki hunian yang layak.

SMF sebagai special mission vehicle (SMV) dibawah kementerian keuangan memiliki misi yang sejalan dengan Pinhome untuk dapat mewujudkan akses dan keterjangkauan setiap masyarakat di Indonesia untuk dapat memiliki hunian yang layak.

“Untuk itu, program sewa-beli diharapkan dapat menjangkau segmen masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses (unbankable),” ungkap Heliantopo, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF. (eko)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER