Jumat, 1 Juli 2022 | 20:11 WIB

Menjawab Kebutuhan Industri Cold Chain, XL Axiata Bangun Solusi IoT Temptrax 2501

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | XL Axiata terus mengembangkan solusi berbasis internet of things (IoT). mengakomodir para pelaku usaha dari berbagai segmen.  

Salah satu produk adalah Temptrax 2501. Ini berupa smart chiller guna menjawab kebutuhan industri Cold Chain. Solusi ini bmembantu permasalahan dalam rantai industri berbasis cold storage agar dapat menjaga kualitas makanan dan obat-obatan dengan cara monitoring lingkungan tempat penyimpanan.

X-Camp telah mengembangkan solusi Temptrax 2501 sejak 2021. Saat ini solusi berbasis IoT ini masih dalam bentuk prototipe untuk dikembangkan lebih lanjut sesuain kebutuhan pengguna dari kalangan industri.

Setelah melalui uji coba beberapa bulan, semua fungsi Temptrax 2501 sudah bisa bekerja secara optimal saat perilisannya pada 1 April 2022. 

Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, Temptrax 2501 adalah  MVP (Minimum Viable Product) yang dibuat oleh X-Camp, fasilitas lab IoT XL Axiata. Kini siap dibuat secara masif.

“Kustomisasi terkait fitur, SLA, dan harga saat ini masih perlu kami pelajari lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan user sebelum lanjut ke ranah komersialisasi. Saat ini Temptrax juga sudah dapat terintegrasi dengan sistem SMILE milik Kementerian Kesehatan,” terang Gede, Jumat (27/5).

Awalnya solusi ini berdasarkan situasi saat pandemi. Yaitu saat proses pendistribusian vaksin Covid-19 belum tersebar merata di seluruh Indonesia serta pengecekan suhu vaksin Covid-19 masih manual di lokasi penyimpanan.

“Solusi ini juga dapat mengatasi problematika serupa pada kasus dalam industri F&B. Seperti frozen food dan es krim,” kata Gede.

Temptrax 2501 memiliki kemampuan melakukan monitoring suhu hingga minus 55 derajat celcius. Serta memiliki fitur local data logger. Seluruh manfaat tersebut dapat diakses pengguna dengan sinyal 2G, 3G, dan 4G melalui dashboard monitoring

Dari fitur tersebut,user dapat mengetahui posisi lokasi alat pendingin. Temptrax 2501 juga  menyediakan data untuk keperluan analisa kualitas produk. Alat ini juga memiliki backup battery sehingga menjamin ketersediaan daya selama monitoring.

Menurut Gede, Temptrax 2501 menyasar ceruk pasar yang spesifik dan potensial untuk berkembang dalam 5-10 tahun mendatang. Potensi berkembangnya industri cold chain di Indonesia, diproyeksikan dapat menjadi pasar terbesar ketch di dunia pada 2030 menjdi peluang bagi eksistensi Temptrax 2501. (ari)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER