Senin, 3 Oktober 2022

Allianz Indonesia Ajak Masyarakat Kelola Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli kembali melanjutkan kegiatan pembuatan eco enzyme. Kali ini bersama para guru SDN 07 Pulogadung sebagai mitra kolaborasi, para Kader Posyandu dan Bank Sampah Jakarta Selatan dan Jakarta Utara, di Allianz Ecopark.

Kegiatan ini bukti kelanjutan dan proses akhir dari pembuatan eco enzyme yang sudah dilakukan pada 23 April 2022. Dan sudah mengalami fermentasi selama tiga bulan dengan hasil 60 liter eco enzyme.

Eco enzyme merupakan hasil dari fermentasi sampah dapur. Seperti ampas buah dan sayur, gula (baik gula merah atau gula tebu), dan air yang dapat melepaskan gas ozon (O3) dan mengurangi karbondioksida (CO2) di atmosfer. Seingga akan mengurangi efek rumah kaca dan pemanasan global.

Pada kegiatan ini, turut hadir Hasinah Jusuf, Direktur Legal & Compliance Allianz Life Indonesia. Juga Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli, serta sukarelawan dari karyawan Allianz Indonesia.

Melalui kegiatan ini, 18 kg sampah organik berhasil difermentasi untuk menghasilkan 60 liter eco enzyme. Selain itu, kegiatan ini memberikan pelatihan kepada para ibu rumah tangga untuk mengelola limbah sampah dapur untuk menjadi Eco Enzyme.

Dapat digunakan sebagai cairan pembersih alami, pestisida nabati, disinfektan, dan antiseptik ramah lingkungan. Selain mengelola limbah dapur dengan baik, kegiatan ini juga dapat mengurangi limbah dapur yang akan berakhir ke tempat pembuangan akhir. 

Dengan mewujudkan berbagai inisiatif yang ramah dan peduli lingkungan, Allianz Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai mengurangi dan mengelola sampah, khususnya sampah rumah tangga.

“Harapannya, masyarakat dapat terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Allianz Indonesia sebagai bagian dari Allianz Group, juga terus berkomitmen untuk melakukan aksi yang membatasi pemanasan global untuk masa depan rendah karbon,” kata Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli, Senin (8/8). (nin)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER