Senin, 5 Desember 2022

Prospek Multifinance Masih Bisa Terangkat Saat Tantangan Ekonomi Meningkat

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Indonesia akan menghadapi berbagai tantangan pada semester II 2022. Tantangan itu berupa kondisi ketidakpastian ekonomi global yang terdorong konflik geopolitik antara Rusia-Ukraina atau China-Taiwan, sehingga bisa mengarah pada krisis energi dan pangan. 

Selain itu perihal kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat yaitu The Fed yang akan berimbas secara global. 

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keungan Non Bank (IKNB) 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bambang W. Budiawan mengatakan, potensi pasar industri pembiayaan Indonesia yang positif kendati menghadapi tantangan ekonomi terlihat dari perusahaan multifinance yang diminati investor asing.

Baca juga: Pandemi, Laba Bersih Mandala Multifinance Tumbuh 80%

Saat ini hanya 15 perusahaan pembiayaan yang bermasalah dari 155 perusahaan setelah beberapa di antaranya mendapat sanksi atau memulihkan diri.
“Kalau mau tahu, terakhir itu ada beberapa multifinance yang diambil (investor) asing, itu sebenarnya indikator, bahwa perusahaan-perusahaan industri pembiayaan ini banyak yang diajak kerja sama,” ujarnya, pekan lalu.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno menjelaskan, perusahaan pembiayaan harus waspada ketika suku bunga naik dan manakala semua harga-harga bahan baku pangan terkatrol akibat pengurangan subsidi BBM.


“Ini (tantangan ekonomi) bisa mempengaruhi pertumbuhan pembiayaan pada 2023 mendatang. Tapi pada 2022 mestinya kita cukup baik, pertumbuhannya mungkin bisa sekitar 6% – 8%,” ujar Suwandi. (jos)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER