Kamis, 8 Desember 2022

Fazz Menggaet Pendanaan Seri C Sebesar US$ 100 Juta

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Fazz, yang sebelumnya dikenal sebagai Fazz Financial Group, mengumumkan perolehan dana senilai US$ 100 juta dalam pendanaan Seri C.

Pendanaan ini terdiri atas ekuitas senilai US$ 75 juta. Meliputi investasi dari investor yang telah ada. Seperti Tiger Global, DST Investment, B Capital, Insignia Ventures Partners dan ACE & Company.

Investor lain yang turut berpartisipasi dalam pendanaan ini meliputi Ilham Ltd (yang berkaitan dengan dana kekayaan negara di wilayah Asia Tenggara), EDBI, InterVest, Michael Seibel (Managing Director Y Combinator) dan Hans Tung (Managing Partner GGV Capital).

Sebagai tambahan, Fazz telah menandatangani lembar ketentuan (term sheet) dengan Lendable untuk fasilitas pinjaman senilai US$25 juta.

Pendanaan pada seri terbaru ini untuk membangun Fazz, akun bisnis yang memungkinkan usaha dengan berbagai skala – mulai dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga perusahaan yang masuk ke dalam daftar Fortune 500 – untuk melakukan pembayaran, penyimpanan, dan memperoleh kredit di Asia Tenggara.

Investasi ini diperoleh atas kesuksesan Fazz baru-baru ini. Perusahaan mencatat rekor volume transaksi tahunan sebesar US$10 miliar selama setahun terakhir.

Baca juga: Payfazz Lakukan Rebranding, Ini Alasannya

Fazz ingin melipatgandakan volume transaksinya dalam 12 bulan ke depan, serta memperluas tim di Singapura, Indonesia, Malaysia, Vietnam dan Taiwan dari 800 anggota lebih menjadi 1.400 anggota.

Fazz terdiri dari Fazz Agen, sebuah aplikasi keuangan berbasis agen yang melayani usaha mikro dan kecil di Indonesia dengan memberikan kemudahan akses untuk pembayaran, pembelian grosir dan permodalan yang merata.

Lalu Fazz Business, sebuah akun bisnis untuk membantu startup, UMKM dan perusahaan-perusahaan besar yang sedang berkembang dalam membangun, menjalankan dan mengembangkan bisnis mereka di Asia Tenggara.

Banyak bisnis di Asia Tenggara masih belum memperoleh akses terhadap layanan keuangan sepenuhnya (underserved). Beberapa di antaranya sangat terdampak oleh pandemi. 

“Fazz hadir untuk membantu mereka pulih dan tumbuh kembali menjadi lebih kuat. Pendanaan ini memungkinkan kami untuk membangun keunggulan teknologi tersebut bagi pengguna kami,” kata Hendra Kwik, Chief Executive Officer Fazz, dalam rilis ke FinTechnesia, pekan lalu.

Fazz, yang awalnya merupakan penggabungan antara PayFazz yang didirikan di Indonesia dan Xfers yang didirikan di Singapura pada bulan Maret 2021. Selain Fazz Agen dan Fazz Business, Fazz juga terdiri atas Modal Rakyat – layanan pendanaan Peer-to-Peer dan pinjaman untuk UMKM, dan StraitsX – infrastruktur pembayaran untuk aset digital. (iwa).

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER