Kencangkan Ikat Pinggang, Tahun Depan Pertumbuhan Kredit Masih Lesu

12

FinTechnesia.com | Masyarakat Indonesia sepertinya masih harus mengencangkan ikat ponggang. Ekonomi masih lesu.

Salah satu indikasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksi, hingga tahun depan penyaluran kredit belum normal. Hanya tumbuh pada rentang 5%-6%.

Pencapaian tersebut diharapkan mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 5%. Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan ada tanda-tanda pertumbuhan kredit  kembali positif.

Hingga akhir tahun ini, kredit akan tumbuh di level 2%-3%. “Meskipun saat ini permintaan kredit masih lemah,” kata Wimboh dalam rapat kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, pekan lalu.

Pertumbuhan kredit tercatat masih positif 0,12% pada September 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dan 0,16% jika dibandikan dengan Agustus 2020. Namum penyaluran kredit terkontraksi 1,54% selama tahun ini.

Pertumbuhan kredit di tengah pandemi ditopang Bank Himbara dan bank pembangunan daerah. “Sementara bank swasta dan asing masih terkontraksi,” ujarnya.

Wimboh memperkirakan dana pihak ketiga (DPK) masih bisa tumbuh tahun depan, meski tak sebesar tahun ini yakni 9%-11%. Ramalan pertumbuhan DPK tersebut seiring kebijakan fiskal yang masih akomodatif. Selain itu, ruang penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia juga masih ada. (mrz)