Jumat, 9 Desember 2022

Prospek Bisnis Cerah, Dua P2P Lending Menyerbu Bali

BACA JUGA

- Advertisement -

Fintechnesia.com | Tak cuma pariwisata, Bali menjadi salah satu wilayah bisnjs. Maka, banyak pebisnis menggarap potensi bisnis di Pulau Dewata, termasuk financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending.

Salah satunya Pundiku yang mengadakan kegiatan literasi melalui seminar nasional di Hotel Harris, Bali. Kegiatan literasi ini sekaligus grand launching Pundiku sebagai perusahaan fintech P2P lending terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Kadek Darma Susila, CEO Pundiku, yang menjadi fokus bisnis adalah pengusaha UMKM, khususnya para pedagang pasar tradisional yang memiliki kesulitan mendapatkan permodalan secara cepat dan mudah. Dalam 5 tahun ke depan, pundiku akan menyasar 5.000 pasar tradisional dari total 14.000 pasar tradisional se Indonesia. Kemudian untuk mendukung hal tersebut, Pundiku melakukan kolaborasi dengan lembaga, keuangan BPR. Hal ini ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pundiku, DPD Perbarindo Bali dan dengan Group BPR Lestari yang tersebar di Jawa hingga Bali.

Memberi perlindungan kepada para Pendana adalah prioritas utama Pundiku. Untuk itulah Pundiku mengajak kolaborasi beberapa perusahaan asuransi penjaminan kredit. Kolaborasi ini ditandai dengan penandantangan nota kesepahaman (MoU) antara Pundiku dengan PT. Jamkrida Bali Mandara, Global Risk Management (GRM) dan PT. Pialang Asuransi Indo Tekno (Fuse).

P2P lain yang ekspansi ke Bali adalah TaniHub Group yang membuka cabang/warehouse di Bali, untuk selanjutnya ke Sulawesi dan Kalimantan. “Pembukaan cabang Bali ini adalah bukti nyata dari pertumbuhan TaniHub Group yang pesat dan komitmen kami untuk mendukung pertanian serta dunia usaha di seluruh Indonesia,” ujar CEO dan Co-Founder TaniHub Group, Ivan Arie Sustiawan.

Pemilihan lokasi di Bali telah melalui hasil riset mendalam terkait potensi daerah tersebut. Bali dipilih sebagai cabang kelima setelah Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya adalah karena potensi Pulau Dewata yang sangat besar di bidang pertanian, pariwisata, kuliner, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bahkan secara khusus, Kabupaten Badung merupakan salah satu dari tiga wilayah dengan jumlah restoran dan rumah makan tertinggi se-Pulau Dewata. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2018 terdapat 2.518 restoran dan rumah makan di seluruh Bali, dengan jumlah paling tinggi terletak di Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kota Denpasar.

Data ini memang sangat menunjang populasi penduduk di tiga area tersebut yang merupakan area paling padat penduduknya di Bali. Berdasarkan sensus tahun 2010, 3,89 juta penduduk Bali (hampir 50% dari jumlah total penduduk) berdomisili di ketiga wilayah tersebut. (frd)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER