Sabtu, 10 Desember 2022

Dampak Virus Corona, Modalku Melakukan Mitigasi Risiko

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Modalku menerapkan prinsip responsible lending sebagai langkah mitigasi risiko mengantisipasi dampak virus corona atau COVID-19. Prinsip ini adalah asas operasi teknologi finansial (tekfin) peer to peer (P2P) lending itu dalam melakukan penilaian terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) peminjam dan kemampuan finansial mereka melunasi pinjaman.

Modalku juga memiliki tanggung jawab terhadap para pemberi pinjaman yang turut mendukung perkembangan UMKM. Co-Founder & CEO Modalku, Reynold Wijaya mengatakan, telah memantau perkembangan virus COVID-19 sejak Januari 2020. Dinamika perekonomian yang sedang terjadi mempengaruhi kondisi bisnis para UMKM di sektor tertentu yang menjadi peminjam di Modalku. “Strategi pertumbuhan fokus ke UMKM beserta jaringan dan berdiskusi untuk menemukan solusi dalam mendukung kelangsungan perkembangan bisnis UMKM,” kata Reynold, Selas (31/3).

Modalku telah menerapkan langkah- langkah memantau dan mengelola risiko pada portofolio dalam beberapa waktu ke depan. Pertama, Modalku melakukan proses seleksi lebih komprehensif terhadap calon peminjam maupun UMKM yang sudah menjadi peminjam di Modalku. Beberapa industri seperti food & beverage, travel, perdagangan lintas negara dan industri jasa bergantung pada tenaga kerja dari negara terdampak di Asia Tenggara akan mendapat perhatian lebih ketika melakukan penilaian pengajuan pinjaman.

Kedua, Modalku bereaksi lebih cepat terhadap perubahan kondisi ekonomi makro dengan menyesuaikan batas jumlah (limit) serta jangka waktu pinjaman (tenor). Angka limit & tenor pinjaman disesuaikan jenis pinjaman dan profil bisnis masing- masing UMKM. Penyesuaian ini akan dilakukan kasus per kasus.

Ketiga, memaksimalkan kolaborasi dengan platform e-commerce yang sebagian besar penjualnya masuk ke dalam segmen mikro. Di kondisi physical distancing, transaksi bisnis melalui e-commerce bisa berkembang dengan baik karena masyarakat akan cenderung memilih berbelanja secara online, baik itu dalam memenuhi kebutuhan pokok maupun obat- obatan/ kesehatan. “Secara berkala, kami terus mengelola langkah-langkah tersebut dan mengembangkan kemampuan manajemen risiko sesuai situasi ekonomi global saat ini,” kata Reynold.

Modalku menyediakan layanan P2P lending, peminjam (UMKM yang berpotensi) bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp 2 miliar. Selain di Indonesia, Modalku juga beroperasi di Singapura dan Malaysia dengan nama Funding Societies. Hingga bulan Maret 2020, Grup Modalku telah berhasil menyalurkan pinjaman usaha lebih dari Rp 13 triliun. (eko)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER