Tambah Modal, MNC Bank Dapat Izin Rights Issue

FinTechnesia.com | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pernyataan efektif PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank melaksanakan rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Agenda HMETD MNC Bank itu untuk menambah modal.

Anak usaha PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) menargetkan 14.234.614.922 saham seri B dengan rasio 2:1 (dua saham lama akan mendapatkan satu HMETD). Maksimal 33,33% dari total modal disetor setelah HMETD. Dengan harga eksekusi HMETD sebesar Rp 318, BABP menargetkan penghimpunan dana segar hingga Rp 4,5 triliun.

Dana itu akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan MNC Bank. Selain itu memperluas kapasitas pinjaman MNC Bank secara digital dan akuisisi pengguna untuk mendukung pertumbuhan bisnis. 

Baca juga: Pasca Rights Issue, MNC Bank Naik Kelas ke BUKU III

Juga menndukung pengembangan aplikasi MotionBanking. Termasuk kemampuan penilaian kredit berbasis kecerdasan buatan (AI) dan integrasi MotionPay, MotionWallet, MotionVisa, MotionMastercard, MotionInsure, MotionTrade, MotionCredit, dan solusi fintech terkait lain ke dalam ekosistem perbankan Motion. 

Sejak memperoleh lisensi digital onboarding pada awal Mei 2021, MotionBanking, aplikasi perbankan digital yang dikembangkan oleh MNC Bank, mulai meningkatkan bisnisnya melalui inovasi produk dan inisiatif pengembangan yang ditargetkan pada meningkatnya kebutuhan akan layanan perbankan digital. Ini didukung potensi pasar dari ekosistem MNC Group dan melalui kemitraan strategis dengan pemain ekosistem lain. 

“Dengan Open API, kami berencana mengintegrasikan semua kemampuan digital Motion Technology. Termasuk aplikasi perdagangan saham, manajemen kekayaan, asuransi, pinjaman P2P, dan solusi lain yang sedang dikembangkan ke MotionBanking. Lalu menjadikan aplikasi solusi keuangan digital satu atap,” ucap Teddy Tee, COO MotionBanking. (eko)