Bank Mandiri, DOKU dan Yokke Berupaya Tingkatkan Ekspansi UMKM di Industri Digital

FinTechnesia.com | Semakin dinamisnya industri digital harus diimbangi strateg adaptif oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Mak Bank Mandiri dan Yokke menggandeng Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).

Ketiganya menggelar virtual workshop bertajuk “Transformasi Digital UMKM Merah Putih” di Jakarta, Rabu (13/10).

Menurut SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri, Josephus K. Triprakoso, inisiatif pelaksanaan event ini sangat selaras dengan upaya pemerintah mendorong lebih banyak pelaku UMKM bertransformasi ke platform digital. Apalagi, saat ini perkembangan UMKM digital semakin masif. 

“Kami berharap UMKM bisa bangkit dan naik kelas. Agar bersama-sama mendukung upaya pemulihan ekonomi,” ujar Josephus, Rabu (13/10).

Bank Mandiri secara bank only telah menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM hingga Rp 114,58 triliun hingga akhir Agustus lalu. Tumbuh 18,52% dari periode yang sama tahun lalu.

Dari nilai tersebut, penyaluran pembiayaan online mencapai Rp 22,9 miliar. Mengalir ke seller online mitra e-commerce.

Yokke memahami pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan akses pada permodalan. Pelaku usaha juga perlu dilengkapi platform yang memudahkan mereka mengelola usaha.

“YokkeBiz hadir menjawab kebutuhan para pelaku usaha. Karena mendigitalisasi usaha dan memiliki integrasi lengkap ke berbagai aplikasi layanan logistik, pembukuan, online store sampai integrasi dengan berbagai marketplace” ungkap Niniek S. Rahardja, Direktur Utama Yokke. 

Sependapat dengan Niniek, Himelda Renuat, Chief Marketing Officer DOKU mengungkapkan, pandemi mengakselerasi pola konsumsi barang dan jasa masyarakat dari offline ke online.

Pola konsumsi online kemungkinan besar akan menjadi permanen. Ini perlu didukung ekosistem toko online yang solid dan berkelanjutan.

Salah satu aspek, cara toko online tersebut menerima pembayaran dari pelanggannya. “DOKU tidak hanya menyediakan akses ke beragam metode pembayaran, juga memastikan kelancaran dan keamanan setiap transaksi yang terjadi dalam platform toko online seperti YokkeBiz,” ujar Himelda. 

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Bima Laga menyebut, setiap perubahan di platform e-commerce bisa langsung disosialisasikan ke pelaku usaha. Agar segera menyesuaikan strategi pemasaran.

“Dunia ecommerce merupakan bagian industri digital. Juga terus berkembang menemukan bentuk terbaik,” kata Bima. (sya)