OJK Gandeng Otoritas Keuangan Dubai Perkuat Industri Keuangan Syariah

FinTechnesia.com | Otoritas Jasa Keuangan (OJK)s berupaya mengembangkan industri keuangan syariah agar semakin tumbuh kompetitif termasuk di tingkat global. Salah satunya melalui penguatan kerja sama dengan Dubai Financial Services Authority (DFSA).   

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dalam kunjungan kerjanya ke Dubai beberapa waktu lalu berkesempatan berdiskusi dengan Chief Executive Officer of DFSA, F. Christopher Calabia.

Wimboh menawarkan penguatan kebijakan dan potensi kerja sama DFSA dan OJK. Seperti bidang keuangan syariah, industri halal, sustainable finance, fintech, cybersecurity dan pengawasan berbasis teknologi.

“Khusus keuangan syariah, selama pandemi Covid-19, sektor ini menunjukkan ketahanan yang besar dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan menguasai 10,11% dari total aset keuangan di Indonesia,” jelas Wimboh.

Per September, total aset institusi keuangan Syariah tumbuh17,32% yoy. Dengan nilai nominal US$ 132,7 miliar atau Rp1.901,1 triliun.

Terdiri dari aset perbankan syariah US$ 43,58 miliar atau Rp 624,4 triliun. Lalu pasar modal syariah (sukuk dan reksadana) US$ 80,95 miliar alias Rp1.159,8 triliun. Dan Lembaga Keuangan Non Bank Syariah US$ 8,16 miliar atau Rp116,9 triliun.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Segera Beroperasi di Dubai

Periode yang sama, pembiayaan bank umum syariah mencatat pertumbuhan 6,8% yoy. Lebih tinggi dari pertumbuhan kredit nasional sebesar 2,21% (yoy).

Ketahanan perbankan syariah juga berhasil dipertahankan selama masa pandemi. Permodalan yang kuat dengan CAR 23,17%. Dan risiko pembiayaan yang stabil dengan NPF gross 3,23%.

Di tataran global, perdagangan industri halal Indonesia telah mendapatkan momentum. Dengan transaksi sebesar US$ 3 miliar pada tahun 2020.

DFSAmendukung penguatan ekonomi syariah global melalui peningkatan pengawasan industri keuangan syariah. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan industri keuangan syariah, juga dapat mempererat hubungan antara Indonesia dengan negara-negara khususnya di Uni Emirat Arab.

Kerjasama OJK dengan DFSA yang diperluas dalam rangka memperkuat pengawasan dan pengembangan industri syariah Indonesia. Dimulai dengan pembukaan kantor representatif PT Bank Syariah Indonesia, Tbk (BSI) di Dubai.. Ini yang akan membuka peluang bagi investor di Dubai untuk berinvestasi di Indonesia.

Pada hari ini, Kamis, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyaksikan penyerahan letter of incorporation yang diberikan oleh Chief Executive Officer of Dubai International Financial Center (DIFC), Arif Amiri kepada BSI.

Ini menandakan, dengan akta pendirian tersebut BSI resmi menjadi bagian dari DIFC. Dan bersiap untuk memajukan industri perbankan syariah global. (eko)