Kamis, 11 Agustus 2022 | 09:11 WIB

Xendit Menggaet Pendanaan Seri D Senilai US$ 300 Juta

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Xendit, mengumumkan pendanaan Seri D senilai US$ 300 juta. Pendanaan dipimpin oleh Coatue dan Insight Partners.

Dengan investasi tambahan dari Accel, Tiger Global, Kleiner Perkins, EV Growth, Amasia, Intudo, dan Goat Capital milik Justin Kan. Total pendanaan Xendit sejauh ini telah mencapai $538 juta.

Pendanaan semakin memperkuat daya perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia, yaitu Indonesia.

Sebagai startup unicorn di bidang payment gateway di Indonesia, Xendit memudahkan pelaku startup dan UMKM memproses pembayaran digital dan meningkatkan skala bisnis mereka.

Xendit mencetak penjualan lebih dari 10% month-on-month semenjak diluncurkan tahun 2016. Setahun terakhir, jumlah transaksi yang tahunan difasilitasi Xendit melonjak tiga kali lipat. Yakni dari 65 juta menjadi 200 juta.

Serta meningkatkan total nilai pembayaran dari US$ 6,5 miliar atau setara dengan Rp 95 triliun menjadi U$S15 miliar setara dengan Rp 219 triliun.

“Melalui pendanaan terbaru ini, kami berkomitmen untuk terus berinvestasi di pasar-pasar baru, mengembangkan platform Xendit, dan memperluas lini bisnis agar kami bisa memaksimalkan peluang yang ada,” jelas Moses Lo, Co Founder dan CEO Xendit, Jumat (20/5).

Baca juga: Tambah Modal, Bank Sampoerna Dapat Investasi dari Xendit

Untuk melayani lebih banyak startup dan UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara, Xendit juga melakukan sejumlah langkah strategis. Baru-baru ini, Xendit berinvestasi di Bank Sahabat Sampoerna. Sserta menawarkan layanan banking-as-a-service (BaaS).

Pada bulan Maret lalu, Xendit meluncurkan “XENSClub“. Ini dalah komunitas resmi penjual online Xendit yang memiliki banyak program edukatif untuk membantu para anggota mengembangkan diri serta bisnis online-nya.

Tahun lalu, Xendit juga melakukan investasi strategis di DragonPay. Ini sebagai bagian dari ekspansinya ke Filipina.

Tessa Wijaya, Co Founder dan COO Xendit menambahkan, Xendit akan terus berekspansi ke wilayah baru. Seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

“Kami berencana menghadirkan layanan yang lebih luas dan bervariasi,. Seperti program pinjaman yang telah kami jalankan di Indonesia,” kata Tessa.

Dengan lebih dari 3.000 pelanggan, Xendit berhasil unggul dalam pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan lokal. Serta infrastruktur teknologinya yang berstandar tinggi.

Kombinasi kedua hal ini memungkinkan Xendit untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelanggan. Serta membantu pertumbuhan dari pelaku bisnis di berbagai bidang, seperti Unicef Indonesia, Samsung Indonesia dan Qoala.

Sebelum putaran pendanaan ini, Xendit telah menutup putaran pendanaan Seri C yang dipimpin oleh Tiger Global Management pada bulan September 2021. (ari)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER