Jumat, 1 Juli 2022 | 20:16 WIB

Penguatan Ekosistem Ekonomi Digital, Kemenko Perekonomian Gandeng Microsoft

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian dan Microsoft resmi menandatangani nota kesepahaman tentang Sinergi Penguatan Ekosistem dan Transformasi Ekonomi Digital. Langkah ini guna memperkuat ekosistem teknologi dan mempercepat transformasi ekonomi digital Indonesia.

Sejumlah area yang menjadi prioritas kerja sama antara lain meliputi bidang inovasi teknologi dan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI). Lalu literasi digital, tata kelola data, Industri 4.0, serta program inkubasi ekonomi digital.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin mengatakan, kerja sama ini salah satu perwujudan komitmen bersama pemerintah dengan pihak swasta dalam mendorong percepatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui akselerasi transformasi digital.

Kerja sama ini akan diwujudkan dalam berbagai rencana kegiatan. Salah satunya digital skilling. Bertujuan membantu memenuhi kebutuhan talenta digital sebanyak 9 juta hingga tahun 2030 atau setara 600.000 orang per tahun. “Bersama-sama kita mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang mampu mendorong percepatan pemulihan serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terkoneksi dan berkelanjutan,” terang Rudy, Kamis (16/6).

Kolaborasi ini antara lain akan dilakukan dengan membentuk aliansi interdispliner dan multisektor. Sehingga memberikan rekomendasi mengenai solusi digital di sektor-sektor prioritas, mengembangkan konsep Pusat Kecerdasan Buatan Nasional untuk Industri 4.0 yang selaras dengan inisiatif Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0. Serta mempercepat penerapan teknologi sesuai kebutuhan industri serta UMKM.

Sementara dari sisi talenta digital, rangkaian pelatihan digital bagi berbagai kementerian dan lembaga terkait akan dilakukan, agar dapat mempercepat transformasi digital di kementerian serta industri. Pelatihan ini akan menggunakan konsep Training of Trainer (ToT), di mana peserta yang telah menyelesaikan suatu modul pelatihan akan diajak menjadi pemateri bagi kelompok peserta lainnya. Konsep ini diharapkan dapat menjangkau semakin banyak talenta digital Indonesia, baik yang berada di dalam maupun di luar kementerian.

“Kami siap memaksimalkan keahilan dan teknologi kami untuk menjangkau setiap individu dan organisasi dalam negeri. Baik itu UMKM, startupenterprise, institusi pemerintahan, institusi pendidikan, ataupun yang lainnya,” ujar Dharma Simorangkir, Presiden Direktur Microsoft Indonesia. (ari)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER