Sabtu, 13 Agustus 2022 | 01:05 WIB

Kabel Bawah Laut Golden Buoy XL Axiata Berlabuh di Karawang

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Setelah beberapa bulan masa pembangunan dan penempatan di bawah bawah laut, Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut (SKKL) Echo akhirnya lego jangkar di Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Golden Buoy sampai di Tanjung Pakis, pada Rabu pagi (22/6). Ditarik ke darat untuk selanjutnya disambungkan dengan jaringan milik XL Axiata. Turut menyambut kedatangan Golden Buoy tersebut antara lain Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa dan Perwakilan NEC Indonesia.  

Berlabuhnya Golden Buoy ini merupakan komitmen XL Axiata terus memberikan kualitas jaringan dan layanan yang lebih baik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia. Dengan penambahan dan ketersediaan infrastruktur jaringan fiber optik yang menghubungkan ke jaringan global.  

Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, kedatangan Golden Buoy di Tanjung Pakis ini bagian dari rangkaian pembangunan proyek SKKL Echo yang sangat panjang. Kabel fiber optik ditarik dari California, Amerika Serikat, melintasi Samudera Pasifik, langsung ke sini. Dan nanti berlanjut hingga ke Singapura.

“Setelah sampai di Indonesia, SKKL Echo akan dikoneksikan dengan sistem jaringan milik XL Axiata. Kemudian bisa kami manfaatkan untuk meningkatkan kualitas koneksi internet bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia,” kata Gede, Kamis (23/6).

SKKL Echo dibangun secara bersama oleh Meta, Google, dan XL Axiata. Pembangunan proyek ini mulai dikerjakan sejak 2021. Dan direncanakan akan selesai pada tahun 2023. 

Penyerahan “Golden Buoy” SKKL Echo di Tanjung Pakis menandai dimulainya pemasangan SKKL Echo di Indonesia sepanjang tidak kurang dari 4.000 km, dari total seluruhnya sepanjang 15.000 km. Pantai Tanjung Pakis dipilih sebagai landing point di Indonesia ke arah Singapore dan California. 

XL Axiata berharap proyek ini akan tuntas dan akan bisa mulai beroperasi pada kuartal III 2023. Menurut Gede, pihaknya sangat menantikan manfaat dari SKKL Echo ini untuk meningkatkan kualitas layanan internet.

Keberadaan SKKL ini sekaligus akan menambah koneksi internet ke jaringan global Dan memperkuat lagi koneksi melalui SKKL-SKKL yang selama ini sudah XL Axiata miliki.

Bagi XL Axiata, keberadaan SKKL Echo ini akan memberikan alternatif akses internet dan data dengan kapasitas besar ke luar negeri. Akhirnya akan bisa meningkatkan kualitas akses internet bagi seluruh pelanggan, termasuk kalangan korporasi dan pemerintahan.

Selain itu, SKKL yang menghubungkan langsung Indonesia dengan Amerika Utara ini akan memberikan manfaat langsung terhadap akses internet karena kebutuhan masyarakat untuk mengakses internet secara cepat dan stabil juga terus meningkat.

“Selain itu, kami juga berharap keberadaan SKKL ini akan berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi digital pada masyarakat secara luas sampai ke pelosok dan Kawasan Timur Indonesia,” lanjut Gede.

XL Axiata telah memiliki sejumlah SKKL yang mendukung layanan akses internet ke jaringan global. SKKL tersebut antara lainSKKL Batam – Sarawak yang mulai dioperasikan awal Juni 2022, SKKL Australia – Indonesia – Singapura yang beroperasi Oktober 2018.

Jaringan XL Axiata tersebar di 34 provinsi. Sebagian jaringan telah menembus dan melayani masyarakat di pelosok-pelosok daerah yang terpencil dan berada di perbatasan negara.

Total sebanyak lebih dari 133.000 BTS. Di antaranya 83.000 BTS 4G, dan jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 113.000 kilometer, menopang kekuatan jaringan XL Axiata. Semua itu melayani sekitar 57 juta pelanggan di berbagai wilayah di Indonesia.

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER