Kaspersky Membeberkan Tren Ancaman Siber Asia Tenggara 2021, Cek di Sini

FinTechnesia.com | Terlepas dari prospek yang sedikit muram, kebijakan di Asia Tenggara berhasil memaksa publik dan sektor bisnis beralih. Meningkatkan penggunaan teknologi, dan online untuk segala hal.

Pakar keamanan Tim Riset dan Analisis Global (Global Research and Analysis Team GReAT) Kaspersky memberikan gambaran, pelaku kejahatan siber memanfaatkan pandemi tahun ini. Dab seperti apa lanskap ancaman keamanan siber pada tahun 2021 di wilayah tersebut.

Sebuah laporan baru-baru ini menunjukkan, 40 juta pengguna Internet di Asia Tenggara untuk pertama kalinya beraktivitas online secara rutin tahun ini. Banyak di antaranya berasal dari daerah non-kota di Malaysia, Indonesia, dan Filipina.

Masyarakat Asia Tenggara, salah saru pengguna Internet paling aktif di dunia, selalu digital. Namun adopsi tidak menyebar layaknya ketika COVID-19 melanda. Dengan 400 juta pengguna internet yang merupakan hampir 70% dari populasi kawasan ini, individu dan bisnis praktis melakukan segala sesuatu secara online. Bahkan termasuk mereka yang sebelumnya tidak menyukai digital harus terjun ke dunia daring.

Rangkuman dari pemantauan Kaspersky sepanjang tahun 2020 menunjukkan bahwa serangan dunia maya teratas di Asia Tenggara adalah cryptomining, penipuan phishing, ransomware bertarget, dan DDoS (penolakan layanan terdistribusi).

Tidak ada di antara serangan tersebut termasuk baru. Tapi teknik ini telah terbukti efektif karena pelaku kejahatan siber hanya perlu memanfaatkan rantai terlemah, yakni faktor manusia.