Bisnis Makanan Online Asia Tenggara Booming, Tumbuh Lebih Dari Tiga Kali Lipat di 2025

FinTechnesia.com | Bisnis pengantaran makanan online Asia Tenggara booming. Diperkirakan tumbuh lebih dari dua kali lebih cepat dari total pengeluaran jasa makanan di kawasan tersebut selama lima tahun ke depan.

Tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 24,4% versus 12,1%. Pertumbuhan tercepat diperkirakan akan terjadi di pasar negara berkembang.

Seperti Myanmar, Vietnam, dan Filipina, dengan total nilai gross merchandise value (GMV) pengantaran makanan online Asia Tenggara diperkirakan menjadi lebih dari tiga kali lipat lebih tinggi. Dari US$ 9 miliar pada tahun 2020 menjadi US$ 28 miliar pada tahun 2025.

Grab, sebagai merek pengantaran makanan online terkemuka di Asia Tenggara, merilis ‘Laporan Tinjauan Industri Pengiriman Makanan 2021 bersama Euromonitor International. Laporan ini berdasarkan penelitian pada kuartal II 2021.

Laporan ini menemukan bahwa sekitar satu dari empat (26%) konsumen yang disurvei di wilayah regional tersebut adalah pengguna baru layanan pengantaran makanan online selama pandemi. Motivasi utama konsumen mencoba layanan ini menghindari kegiatan makan di luar dan meminimalisir kontak dengan orang lain.

Pada tahun 2025, angka penjualan makanan siap saji di kawasan ini diproyeksikan mencapai US$ 170,5 miliar. Dengan skala penetrasi pengantaran makanan online meningkat hingga 16,4%. 

Russell Cohen, Group Managing Director for Operations di Grab mengatakan, mayoritas transaksi pesan-antar makanan online saat ini berasal dari kota-kota terbesar di Asia Tenggara. 

“Kami akan terus berinvestasi dalam teknologi untuk menurunkan keseluruhan biaya pengantaran dan biay untuk melayani konsumen. Agar layanan pengantaran on-demand menjadi lebih terjangkau dan dapat diakses lebih banyak orang,” ujar Cohen, pekan lalu.

Grab melaporkan GMV GrabMart kuartal 1 2021 meningkat 21% kuartal ke kuartal dibandingkan kuartal IV2020. Dan 36 kali lebih tinggi dibanding kuartal I 2020. (sya)