Kamis, 11 Agustus 2022 | 08:32 WIB

Peningkatan Investasi di Startup untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Digital

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Pemerintah sedang meningkatkan investasi kepada perusahaan rintisan atau startup. Melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan- perusahaan milik negara telah berinvestasi di 157 perusahaan startup.

Penyaluran investasi tersebut dilakukan lewat Merah Putih Fund. Merah Putih Fund diluncurkan untuk mendanai startup lokal. Banyak startup Indonesia yang hijrah ke negara lain karena tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari dalam negeri.

Pemerintah menjelaskan, Merah Putih Fund akan menyediakan dana senilai US$ 300 juta untuk membiayai startup lokal dan rencananya dana tersebut akan disalurkan pada kuartal II 2022.

Tujuan pemerintah, melindungi produk lokal sehingga tidak pergi ke luar negeri. Peningkatan pendanaan untuk startup lokal juga dilakukan untuk mendorong sektor ekonomi digital di Indonesia. 

Pemerintah optimisitis, ekonomi digital domestik mempunyai potensi untuk tumbuh lebih besar. Dan dapat tumbuh hinga 8 kali lipat dari Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030.

Faktor pendukungnya adalah pasar digital Indonesia yang merupakan terbesar di Asia Tenggara. Sehingga menjadi modal yang sangat baik untuk terus bertumbuh di masa depan.

Selanjutnya, pemerintah juga memprediksi, sektor e-commerce akan mendominasi ekonomi digital Indonesia sebesar Rp 1.900 triliun pada 2030. Aau naik sekitar 34%.

Terdapat beberapa hal yang menjadi titik perhatian dalam ekonomi digital di Indonesia. Pertama, perkembangannya yang sangat pesat. Sejak pandemi diperkirakan terdapat 21 juta konsumen digital baru di Indonesia.

Sebanyak 72% berasal dari daerah non-metro atau sub-urban. Hampir seluruh konsumen tersebut tetap menggunakan layanan digital dan akan terus menggunakannya di masa depan.

Kedua, sebanyak 98% digital merchant telah menerima pembayaran digital dan 59% digital merchant mulai mengadaptasi pembiayaan digital. Selain itu, pemerintah juga melihat Indonesia akan menjadi pasar digital yang paling dinamis serta dapat menjadi destinasi investasi yang paling diminati di Asia Tenggara.

Peningkatan pendanaan ini akan mendorong pertumbuhan startup dan ekonomi digital. Sehingga dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi Indonesia. 

Apabila dana yang masuk semakin meningkat, maka akan lebih banyak timbul lapangan kerja di perusahaan startup dan ekonomi digital. Sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tim ekonomi kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan mencapai 5,17%,” tulis Office of Chief Economist Bank Mandiri, Rabu (23/3). (yos)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER