Sabtu, 13 Agustus 2022 | 00:28 WIB

Pengguna Mobile Banking Bank BNI Mencapai 11,8 Juta, Tumbuh 32% Secara Tahunan

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Tahun 2021 menjadi tahun pertumbuhan bagi Bank BNI. Bank berkode saham BBNI ini berhasil membuat lompatan pemulihan kinerja positif pada tahun buku 2021.

Laba bersih Rp 10,89 triliun, tumbuh 232,2% year on year (yoy). Atau dua kali lipat dari profit tahun 2020.

Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati memaparkan, jumlah user mobile banking per Mei 2022 telah mencapai 11,8 juta atau naik 32% secara tahunan.

Jumlah transaksi BNI Mobile Banking tumbuh secara agresif. Pertumbuhan pada Mei 2022 mencapai 33% secara tahunan. Nominal transaksi di BNI Mobile Banking terkerek naik 23% secara tahunan. 

“Pencapaian cerminan dari kami yang senantiasa melakukan penyempurnaan dan meningkatkan nilai tambah atas layanan yang diberikan melalui BNI Mobile Banking,” katanya, Selasa (21/6). 

BNI juga mendorong pertumbuhan akuisisi user dan aktivasi transaksi melalui berbagai program dan promosi. Bekerjasama dengan mitra yang turut berperan menghadirkan fitur transaksional di mobile banking. Seperti e-wallet, provider telekomunikasi, switching company, dan lain-lain

Susi berpendapat, persaingan perbankan saat ini fokus dalam memberikan layanan yang reliable melalui kanal perbankan digital. Bahkan, banyak bank digital maupun lembaga keuangan lain yang turut menghadirkan inovasi layanan baru. 

Sementara itu, Corporate Secretary BNI Mucharom menyampaikan, BNI Mobile Banking merupakan product champion milik BNI yang menjadi sumber pendapatan dan pencetak laba Perseroan. 

Pencapaian laba bersih ini dihasilkan dari Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) yang tumbuh kuat 14,8% yoy. Sehingga mencapai Rp 31,06 triliun. 

Pencapaian ini bahkan menjadi yang tertinggi yang pernah dihasilkan BNI.:bih tinggi dari pendapatan operasional sebelum pandemi.

“Selain itu, upaya perbaikan kualitas kredit melalui monitoring, penanganan, dan kebijakan yang efektif membuat cost of credit membaik menjadi 3,3%,” sebut Mucharom. (jos) 

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER