Senin, 3 Oktober 2022

Dugaan  Kebocoran Data di TikTok, Kaspersky Sarankan Hal Ini

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Entah mengapa dugaan kebocoran data terus bermunculan. Laporan pertama terkait pelanggaran TikTok muncul di Forbes pada Senin (5/9). 

Di papan pesan Breach Forums, pengguna yang tidak dikenal memposting tabel basis data pengguna TikTok. Si hacker mengalami, telah mencuri 2 miliar catatan basis data. Ini berpotensi mempengaruhi sejumlah besar pengguna TikTok.

Dikutip dari rilis Kaspersky, Selasa (6/9), beberapa peneliti keamanan siber mengklaim tuduhan kebocoran data itu benar. Ada juga yang mengonfirmasi beberapa kecocokan antara profil pengguna dan video yang diposting di bawah ID tersebut dalam catatan database yang ditampilkan. 

TikTok adalah aplikasi media sosial yang populer. Dengan lebih dari satu miliar pengguna per bulan. lni menjadi daya tarik yang memikat bagi para penjahat dunia maya yang berusaha menyusup ke akun pengguna dan mencuri data sensitif.

Jika tuduhan di papan pesan Breach Forums adalah benar, ini bisa menjadi masalah serius bagi banyak pengguna. Jika catatan basis data yang diduga adalah kredensial login pengguna, konsekuensinya dapat berkisar dari peningkatan aktivitas oleh penyerang yang mengirimi mereka pesan spam atau phishing, yang akan membawa risiko kehilangan detail perbankan dan informasi pribadi, bahkan hingga peretasan akun di TikTok. 

TikTok sendiri membantah terjadi kebocoran data tersebut. “TikTok memprioritaskan privasi dan keamanan data pengguna kami. Tim keamanan kami menyelidiki klaim ini dan tidak menemukan bukti pelanggaran keamanan,” tulis Juru Bicara Tiktok, dikutip dari Forbes. 

Banyak selebritas dan blogger menggunakan TikTok sebagai sumber komunikasi utama mereka dengan audiens, penjahat dunia maya mungkin dapat membahayakan akun mereka dengan mempublikasikan video pribadi, mengirim pesan, dan mengunggah video atas nama yang bersangkutan. 

Tingkat konsekuensinya tergantung pada bagaimana perusahaan menangani kata sandi – jika kata sandi di-hash, kemungkinannya jauh lebih kecil.

Maka, perusahaan keamanan siber -Kaspersky- merekomendasikan pengguna TikTok, yang khawatir kredensial akun mereka mungkin telah disusupi, untuk mengubah kata sandi mereka. Dengan Kaspersky Password Manager dapat memantau keamanan semua kata sandi Anda secara real-time. 

“Untuk mengurangi risiko seseorang mengambil alih akun Anda, Kaspersky juga menyarankan umenerapkan otentikasi dua faktor, yang merupakan kebijakan tepat untuk akun online apa pun,” komentar David Emm, peneliti keamanan utama di GReAT Kaspersky, dalam rilis ke FinTechnesia, Selasa (6/9). (jos)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER