Kamis, 8 Desember 2022

BSI Gandeng MUI Mendukung Pembangunan Islamic Ecosystem

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Bank Syariah Indonesia (BSI) menjalin kerja sama strategis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kerjasama ini untuk mendukung dan memperkuat peranan ditengah masyarakat dalam mengakselerasi pembangunan islamic ecosystem dalam negeri.  

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan, untuk membangun islamic ecosystem di dalan negeri memerlukan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak. Salah satunya dengan MUI yang  selama ini berperan besar dalam pengembangan ekonomi syariah.  

“Kelahiran perbankan syariah di Tanah Air tidak lepas dari peran strategis ulama, khususnya  MUI dalam pengembangan perbankan syariah dengan melakukan pembinaan, pengawasan, dan arahan bagi pengembangan perbankan syariah agar berjalan secara sehat dan berkelanjutan,” kata Hery, pekan lallu,                  

Hery  menambahkan dalam hal ini, MUI melakukan langkah dengan membentuk Dewan Syariah Nasional MUI (DSN MUI) yang bertujuan melaksanakan tugas MUI dalam menetapkan fatwa atas sistem, kegiatan, produk, dan jasa di lembaga perekonomian, keuangan, dan bisnis syariah, dan mengawasi penerapannya dalam rangka menumbuhkembangkan usaha bidang keuangan bisnis di Indonesia.             

Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, usebagai otoritas fatwa atau lembaga ijtihad yang bersifat kolektif, mufti jama’i, memiliki peran yang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi, keuangan, dan bisnis syariah  sesuai maqoshid syariah. 

“Kerja sama dengan MUI ini merupakan kerja sama strategis untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan  pembangunan nasional. Dengan kerja sama ini diharapkan Islamic Ecosystem yang sedang dibangun bisa segera terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh umat,” kata Hery. 

Islamic ecosystem merupakan sebuah potensi  ekosistem ekonomi syariah yang dapat dioptimalkan untuk kemaslahatan. Data menunjukkan per Agustus 2022, tercatat ada lebih dari 42.000 masjid dan 6.500 pondok pesantren yang sudah bekerja sama dengan BSI. 

Baca juga: BSI dan BSI Maslahat Berikan Bantuan untuk Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Malang

BSI telah mengumpulkan dan menunaikan zakat perusahaan terbesar yang telah dilimpahkan melalui BAZNAS pada mei 2022 lalu yang mencapai Rp 101,5 miliar.

Sedangkan dana jamaah masjid yang salurkan lewat BSI berada di angka Rp 1 triliun naik 68% secara year on year. Peningkatan dana terbesar terjadi pada penerimaan dari pondok pesantren yang naik 186% ke angka Rp 495 miliar dan peningkatan nasabah sebesar 68% ke angka 6.794 nasabah pada periode yang sama.  

Direktur Eksekutif BSI Maslahat, Sukoriyanto Saputro menyampaikan, bantuan ini bertujuan agar program kerja dan operasional MUI lebih optimal. “Diharapkan bantuan ini bisa mengoptimalkan peran MUI dalam dalam membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia,” kata Suko.

Guna pengembangan literasi di lingkungan MUI yang mendukung kemajuan ekosistem halal dari berbagai sisi, BSI dan BSI Maslahat memberikan dukungan dana sebesar Rp 5 miliar. Sebab MUI merupakan salah satu stakeholders  strategis yg mendukung kemajuan ekonomi halal di Indonesia. 

Sementara Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud mengatakan, MUI siap mendorong potensi lembaga keuangan syariah di Indonesia, termasuk diantaranya Bank Syariah Indonesia. “Kami meyakini bahwa ekosistem keumatan ini harus terus dibangun dengan literasi yang menyeluruh dan juga didukung dengan regulasi dan fatwa-fatwa MUI,” kata Mashed. (nin)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER