Senin, 15 April 2024
FINTECHNESIA.COM |

Hyundai Motor Group dan Seoul National University Buka Pusat Penelitian Baterai Gabungan

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Hyundai Motor Group mengumumkan peresmian Pusat Penelitian Baterai Gabungan bersama Seoul National University (SNU). Kolaborasi ini bertujuan untuk memajukan teknologi baterai dan memelihara kerja sama antara industri dan akademia demi membangun kepemimpinan global di bidang baterai.

Presiden Seoul National University, Hong Lim Ryu, mengatakan, Pusat Penelitian Baterai Gabungan ini akan menjadi awal untuk teknologi baterai yang andal dan aman serta sejalan dengan dasar inovasi Hyundai Motor Group di bidang elektrifikasi.

“Kami berharap, fakultas dan mahasiswa pascasarjana terbaik akan bersinergi dengan para peneliti kompeten dari Hyundai Motor Group dalam membangun fondasi untuk berbagai inovasi lain, dari pembelajaran baterai hingga penerapannya,” kata Hong, pekan lalu.

Executive Chair Hyundai Motor Group, Euisun Chung mengatakan, misi perusahaannya mengembangkan beragam solusi mobilitas dengan baterai mutakhir didorong oleh komitmen teguh kami demi lingkungan yang berkelanjutan untuk generasi masa depan.

“Dengan memelopori usaha riset dan pengembangan (R&D) gabungan ini, kami berharap bisa mendorong semua peneliti untuk memimpin transisi menuju elektrifikasi industri mobilitas,” terang Euisun.

Pusat Penelitian Baterai Gabungan mulai dikembangkan pada November 2021 saat Hyundai Motor Group dan Seoul National University menandatangani nota kesepahaman (MoU).

Fasilitas riset baru ini akan memiliki ruang khusus untuk penelitian khusus baterai di bawah naungan Institute of Chemical Processes Seoul National University yang memiliki tiga lantai (901 m2). Fasilitas ini terdiri dari tujuh laboratorium dan ruang konferensi untuk pengembangan, analisis, pengukuran, dan pemrosesan baterai. Fasilitas penelitian khusus baterai kendaraan listrik (EV) ini adalah yang pertama dibangun di Seoul National University.

Total 22 proyek penelitian secara khusus dilakukan dalam empat divisi. Termasuk baterai litium, baterai solid-state, sistem manajemen baterai (BMS), dan teknologi pemrosesan baterai.

Baca juga: Hyundai Energy Indonesia Akan Produksi Baterai Mobil Listrik di Tanah Air

Di bidang baterai litium, penelitian akan dilakukan terhadap teknologi elemen material litium-elektrolit berdaya tahan tinggi serta analisis bentuk untuk menekan risiko deteriorasi. Sementara, di bidang baterai solid-state, penelitian terhadap material anode berbasis sulfida, metode pelapisan elektroda/elektrolit, dan material katode aktif dengan densitas energi ultra-tinggi.

Pusat Penelitian Baterai Gabungan ini memiliki mutu infrastruktur penelitian yang sama dengan perlengkapan canggih yang digunakan pusat R&D Hyundai Motor dan Kia.

Hyundai Motor Group juga telah menunjukkan Profesor Jang Wook Choi, ahli ilmu baterai ternama sekaligus Kepala Pusat Penelitian Baterai Gabungan. Prof. Choi akan mengawasi seluruh proyek penelitian dan pengelolaan pengembangan teknologi.

Memastikan aktivitas penelitian tetap lancar, Hyundai Motor Group akan berinvestasi KRW 30 miliar per tahun 2030. Investasi ini termasuk pembangunan Pusat Penelitian Baterai Gabungan dan persiapan peralatan penelitian.

Melalui kegiatan CEO Investor Day, Hyundai Motor Group baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk mengamankan kepemimpinan globalnya dengan memproduksi 3,64 juta EV pada 2030.

Berdasarkan pengalamannya yang matang dalam mengembangkan dan memproduksi EV secara massal, Hyundai Motor Group juga berupaya untuk mengamankan investasi dan kapabilitas pengembangan di bidang vital baterai. Hyundai Motor Group secara khusus berencana untuk menjaring seluruh sektor baterai dengan menstabilkan pasokan material, memperkuat desain dan kapabilitas manajemen baterai, serta mengembangkan baterai masa depan.

Hyundai Motor Group akan berinvestasi KRW 9,5 triliun dalam 10 tahun ke depan untuk terus meningkatkan kinerja baterai, mengembangkan teknologi canggih untuk baterai generasi berikut, serta membangun infrastruktur.

Dibandingkan harga pada 2018, harga baterai akan turun 75% pada tahin 2026 dan 45% pada 2030 agar makin terjangkau dan praktis untuk mobil listrik (EV). Pada 2025, baterailithium ferro-phosphate (LFP) yang dikembangkan bersama dengan perusahaan baterai lain akan dipasang di lini EV terbaru untuk pertama kalinya.

Pusat R&D Hyundai Motor dan Kia di Uiwang akan menyelesaikan pembangunan Gedung Penelitian Baterai Generasi Selanjutnya tahun depan. Baterai yang dikembangkan di gedung baru tersebut akan digunakan di berbagai solusi mobilitas, tidak cuma EV, seperti robot dan advanced air mobility (AAM).

Hyundai Motor Group juga berfokus pada mengamankan kapabilitas manajemen baterai yang bisa mengoptimalkan kinerja EV demi jarak tempuh yang lebih panjang, siklus yang lebih lama, dan keamanan yang lebih terjamin lewat peningkatan BMS serta teknologi pengkondisian baterai, seperti preheating dan cooling.

Hyundai Motor Group terus memperluas kerja sama eksternal untuk mengamankan kapabilitas baterai dengan menjalin usaha patungan dengan perusahaan baterai terdepan, seperti SK On dan LG Energy Solution. Ini demi menjamin kestabilan pasokan baterai dalam menjawab permintaan pasar. (kai)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER