Minggu, 16 Juni 2024
FINTECHNESIA.COM |

PT TBS Energi Utama Gaet Kredit US$ 33 Juta dari Bank DBS Indonesia dan Bank Mandiri

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Bank DBS Indonesia dan Bank Mandiri menjadi book runner dan lead arrangers  perjanjian kredit US$ 33 juta ke PT TBS Energi Utama Tbk dalam sebuah club deal. 

Dana itu untuk mengakuisisi Asia Medical Enviro Services. Ini adalah sebuah perusahaan pionir dan terbesar, berfokus pada penyediaan layanan limbah medis di Singapura. 

TBS memiliki layanan sektor listrik, pertambangan, perkebunan, kendaraan listrik dan energi terbarukan. Dalam operasional bisnis, TBS, Bank Mandiri dan Bank DBS Indonesia memiliki komitmen yang serupa, yakni berfokus untuk mengurangi emisi karbon dan berkontribusi pada transisi energi yang lebih hijau. 

Dicky Yordan, Presiden Direktur TBS mengatakan, strategi perusahaan mengakuisisi Asia Medical Enviro Services adalah langkah konkrit mengukuhkan komitmen berkontribusi pada keberlanjutan. 

“TBS juga akan melanjutkan berinvestasi di infrastruktur yang berkelanjutan, terbarukan. Seperti tata kelola sampah medis dan kendaraan listrik,” kata Dicky, Selasa (12/9).

Sementara di Bank Mandiri, penyaluran sustainable financingsekitar 25% dari total kredit bank wide per Juni 2023. Bahkan khusu green portofolio, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp 115 triliun atau lebih dari 30% dari total green portfolioIndonesia.

Susana Indah K. Indriati, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri\ menjelaskan, peran industri keuangan sangat penting dalam mengakselerasi transisi bisnis menuju praktik yang lebih ramah lingkungan. 

Baca juga: Bank DBS Indonesia dan BNP Paribas Asset Management Luncurkan Reksadana ESG

“Dengan customer base yang luas, Bank Mandiri terus memberikan dukungan penuh kepada nasabah dan menjadi bagian dari perjalanan transisi ke ekonomi rendah karbon, serta berupaya memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” papar Susana.

Kunardy Lie, Direktur Bank DBS Indonesia mengatakan, Bank DBS Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung nasabah. Tidak hanya dalam peningkatan bisnis, namun sekaligus memainkan peran untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat. 

Pada tahun 2020, DBS Group telah meluncurkan Sustainable and Transition Finance Framework untuk menjawab permintaan yang terus meningkat di bidang pembiayaan transisi di Asia. 

Kerja sama ini mengukuhkan keseriusan Bank DBS Indonesia dalam memfasilitasi transisi perusahaan menuju operasional bisnis yang lebih rendah karbon emisi. 

“Kemampuan kami mengurangi financial emissions merupakan bagian dari keberhasilan upaya dekarbonisasi nasabah. Kami berkomitmen mendampingi mereka selama proses tersebut,” terang Kunardy.

Per Juli 2023 Bank DBS Indonesia mencatatkan pertumbuhan pendanaan sustainable financing sebesar Rp 4 triliun, naik 253% dari tahun lalu. Itu mencakup penyaluran dana untuk sektor energi, real estate, manufaktur dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (kai)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER