Sabtu, 20 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

Harga Saham PGEO Berpotensi Melejit, Ini Rekomendasi Analis Saham

BACA JUGA


FinTechnesia.com | Pertamina Geothermal Energy (PGE) diprediksi memiliki masa depan bisnis yang cerah. Sinarmas Sekuritas menjadikan saham dengan kode PGEO sebagai emiten yang layak dibeli. Potensi harganya dapat meroket hingga Rp 1.900 per lsaham.

“Dengan sumber daya panas bumi Indonesia yang sangat besar dan inisiatif pemerintah untuk mengembangkan energi terbarukan, PGEO akan mendapatkan keuntungan yang signifikan dengan perkiraan 3,4 GW (10% CAGR) tambahan kapasitas terpasang dalam satu dekade mendatang,” kata Equity Analyst Sinarmas Sekuritas, Inav Haria Chandra, Senin (25/9).

Inav menyampaikan hal tersebut dalam laporan Initiation Coverage yang dipublikasikan pada 14 September 2023. Dalam laporannya, Sinarmas menyebut status saham PGEO dengan rekomendasi BELI dengan mematok target price (TP) saham di Rp1.900 per saham.

Posisi PGEO sangat strategis untuk melakukan transisi energi terbarukan di Indonesia karena hubungannya dengan Pertamina dan pemerintah. “Hal ini menjadi peluang utama bagi PGEO untuk berkontribusi dalam upaya peralihan ke energi terbarukan,” ujarnya.

Dalam analisisnya, Inav menilai panas bumi sebagai sumber daya yang kompetitif karena tidak memerlukan bahan bakar dalam produksi listrik. Ini berarti, PGEO tidak terpengaruh volatilitas harga bahan bakar. Potensi panas bumi ini memiliki masa pakai yang lebih lama dengan upaya pemeliharaan yang lebih sedikit dibanding bahan bakar fosil. 

Baca juga: RUPS Pertamina Geothermal Energy Setujui Pembagian Dividen dan Pergantian Direksi

“Hal penting lain, adalah panas bumi merupakan energi yang selalu tersedia, tidak terpengaruh oleh cuaca dan siklus siang-malam. Terakhir panas bumi mampu memproduksi listrik dengan temperatur yang relatif rendah (<350 celsius), dibanding bahan bakar fosil (>2000 celsius),” jelasnya.

Alasan lain yang membuat saham PGEO ini layak beli karena adanya kemitraan dengan Africa Geothermal International Ltd. (AGIL). Selain itu, potensi penyelesaian proyek PLTP binary pertama di Indonesia pada tahun 2026-2027 juga akan menjadikan saham PGEO prospektif.

“Kemitraan ini akan menandai tonggak penting dalam perjalanan PGE dalam memperluas portofolio proyek secara global, yang akhirnya akan membuka peluang pertumbuhan di masa depan,” ujarnya.

Selain dengan AGIL, pada 13 September 2023 lalu PGEO menandatangani non-disclosure agreement (NDA) dengan Geothermal Development Company (GDC) untuk mempelajari lebih lanjut kemungkinan kerja sama dalam pengembangan potensi panas bumi di Kenya dan Indonesia.

Inav juga meyakini, saham PGEO selama ini undervalued. Alasannya karena masih terbatasnya jumlah perusahaan sejenis yang memiliki model bisnis dan profil risiko yang serupa yang sudah melantai di bursa. “Rekomendasi beli ini cukup berdasar,” katanya. (alo)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER