Senin, 22 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

Gandeng Rekosistem dan BCA Digital, Garuda Indonesia Meresmikan Waste Station

BACA JUGA


FinTechnesia.com | Isu pengelolaan sampah di Indonesia telah menjadi tantangan yang mendesak. Menurut data terbaru dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sekitar 34,29% atau setaran 7,2 juta ton sampah nasional masih belum terkelola secara efektif.

Maka, blu by BCA Digital, Rekosistem dan Garuda Indonesia memperkenalkan solusi inovatif. Kali ini melalui peluncuran dua Reko Waste Station®️ di Garuda Sentra Operasi (GSO), area Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang dan  Garuda Indonesia Training Center (GITC), Duri Kosambi, Jakarta Barat.

Melalui peluncuran dua Reko Waste Station®️ di dua titik area perkantoran Garuda Indonesia ini nantinya masyarakat sekitar GSO, Cengkareng dan GITC, Duri Kosambi dapat turut berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan berkelanjutan melalui pengelolaan limbah sampah khususnya sampah daur ulang dengan menyerahkan sampah daur ulang di kedua titik tersebut.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, kolaborasi bersama dengan blu by BCA Digital dan Rekosistem merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier dalam mendukung keberlangsungan lingkungan.

Baca juga: Waste4Change Gandeng Radana Finance Tingkatkan Peran Edukasi Bank Sampah

Sebelumnya Garuda Indonesia melaksanakan berbagai inisiatif dalam mendukung sustainability, yang baru-baru ini juga dilaksanakan melalui penerbangan komersial berbahan bakar bioavtur pertama di Indonesia dan sekaligus menjadi penerbangan komersial pertama di dunia yang menggunakan bahan bakar energi terbarukan berbasis palm kernel oil (minyak inti sawit).

“Kehadiran Reko Waste Station®️ ini tidak hanya dapat turut mendukung sosialisasi dan penyediaan fasilitas pengelolaan sampah, terutama sampah daur ulang, baik bagi stakeholders di lingkungan kawasan perkantoran Garuda Indonesia, maupun masyarakat dan pelaku usaha di sekitar, namun kedepannya juga diharapkan akan dapat menginspirasi seluruh masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” papar Irfan, Kamis (21/12).

Reko Waste Station ini diharapkan dapat merevolusi pemandangan pengelolaan sampah di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi ramah konsumen dan kemitraan strategis untuk mengurangi jumlah sampah yang belum terkelola dengan baik.

“Kami berusaha untuk menjadi bagian dari solusi melalui pemanfaatan teknologi yang kami miliki untuk dapat turut mendorong kebiasaan masyarakat Indonesia d mengelola sampah, dan inovasi yang mendukung kemajuan sistem dan teknis pengelolaan sampah yang lebih baik,” kata Duardi Prihandiko, SVP, Head of Marketing Communications BCA Digital.

Dengan komitmen kolektif untuk merangkul perubahan positif, Reko Waste Station menciptakan landasan bagi transformasi dalam cara kita memandang dan mengelola sampah, membuka jalan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi Indonesia.

“Pengolahan minyak jelantah juga menjadi salah satu fokus untuk mendukung penggunaan sustainable aviation fuel (SAF) bersama Garuda Indonesia, agar tercapainya pengurangan karbon emisi demi visi net zero emission di Indonesia,” tutup Ernest C. Layman, CEO & Co Founder Rekosistem.


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER