Hingga Akhir Mei, BRI Sudah Restrukturisasi Rp 160,5 Triliun, Ini Rinciannya

32

FinTechnesia.com | Perbankan terus melakukan restrukturisasi kredit. Salah satunya Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dirut BRI Sunarso menjelaskan, bank pelat merah tersebut sudah melakukan realisasi restrukturisasi kredit 2.634.901 nasabah sejak 16 Maret-31 Mei 2020.

Adapun total baki debet (saldo pokok) Rp 160,5 triliun. “Mikro ada 1.281.743 debitur sebesar Rp 60,61 triliun, kredit usaha rakyat (KUR) 1.232.603 debitur Rp 21,91 triliun, ritel 90.609 debitur Rp 67,76 triliun, consumer 30.877 debitur Rp 8,42 triliun, dan menengah korporasi 69 debitur Rp 1,83 triliun,” ungkap Sunarso, dalam Webinar HIPMI dan BUMN yang bertajuk “Perbankan di Era New Normal (Relaksasi dan Stimulus Kredit di Dunia Usaha), Rabu (17/6).

Sunarso yang juga Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memaparkan beberapa skema restrukturisasi segmen di BRI bagi UMKM. Ada empat skema

Pertama, bagi debitur yang mengalami penurunan omzet sampai 30%, direstrukturisasi dengan memberikan keringanan suku bunga yang diturunkan. Juga perpanjangan jangka waktu kredit. “Skema kedua, bagi debitur yang mengalami penurunan omzet dari 30%-50%, akan direstrukturisasi penundaan pembayaran bunga dan angsuran pokok selama 6 bulan,” ujarnya.

Skema ketiga, bagi debitur yang mengalami penurunan omzet lebih dari 50%-75%, mendapat restrukturisasi penundaan pembayaran bunga selama 6 bulan dan penundaan angsuran pokok selama 12 bulan. Skema empat, debitur yang mengalami penurunan omzet lebih dari 75%, restrukturisasi kredit berupa penundaan pembayaran bunga selama 12 bulan. Dan penundaan angsuran pokok selama 12 bulan.