Selasa, 9 Agustus 2022 | 23:38 WIB

Pasca Corona, Turis Akan Lebih Memperhatikan Lingkungan Saat Pelesir, Begini Sebabnya

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com |Di tengah masa ketidakpastian industri pariwisata, ada perkembangan menarik di industri ini. Perusahaan perjalanan digital, Booking.com, mengungkapkan tren positif terkait komitmen para wisatawan untuk memilih dan menerapkan wisata berkelanjutan di masa depan.

Mengutip siaran pers Rabu (3/6), sebanyak 93% wisatawan Indonesia menganggap, wisata berkelanjutan penting bagi mereka. Sementara 72% siap komitmen opsi berkelanjutan
ketika berwisata kembali di masa depan. Mlihat dampak nyata aktivitas wisatabterhadap lingkungan, 76% wisatawan memilih hal-hal yang lebih ramah lingkungan dalam keseharian mereka.

Tapi banyak tantangan harus dihadapi. Sebanyak 37% wisatawan Indonesia tidak mengetahui cara atau di mana menemukan opsi wisata berkelanjutan. Dan 47% menganggap pilihan wisata berkelanjutan cukup terbatas. Ini menunjukkan, masih ada peluang memberikan
edukasi mengenai opsi pariwisata berkelanjutan yang sebetulnya sudah ada saat ini.

Agar memudahkan wisatawan menemukan dan memilih wisata berkelanjutan, koalisi the Travalyst, kemitraan global yang diinisiasi oleh The Duke of Sussex bersama dengan Booking.com dan perusahaan-perusahaan terkemuka lainnya, baru-baru ini mengumumkan perkembanganKerangka Kerja Baru yang mendukung perkembangan dan tingkatkan pilihan akomodasi penerbangan dan pengalaman berkelanjutan di seluruh industri.


Opsi Akomodasi Berkelanjutan
• 98% wisatawan Indonesia mengatakan berencana menginap di akomodasi ramah lingkungan di 2020.
• Dari 78% wisatawan Indonesia yang pernah menginap di akomodasi ramah lingkungan,
51% melakukan itu untuk membantu mengurangi dampak kurang baik terhadap
lingkungan.

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER