Senin, 30 Januari 2023

CGTN: Tiongkok, Mongolia gagas momentum baru lewat tiga motor penggerak

BACA JUGA

- Advertisement -

BEIJING, 29 November 2022 /PRNewswire/ — Presiden Mongolia Ukhnaagiin Khurelsuh melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok, hanya dua hari setelah jalur kereta Zuunbayan-Khangi, jalur kereta ketiga yang menghubungkan Mongolia dengan Tiongkok, mulai beroperasi pada 25 November lalu.

Selain meningkatkan konektivitas, dua tetangga ini bekerja sama menangani epidemi Covid-19 dengan saling bertukar hadiah domba dan teh, serta mempererat kolaborasi dan pertukaran di beragam bidang.

Ikatan antara kedua negara menjadi contoh hubungan antarnegara yang baik, menurut Presiden Tiongkok Xi Jinping, Senin lalu, ketika bertemu dengan Presiden Khurelsuh.

Di tengah lonjakan instabilitas dan ketidakpastian kondisi internasional, Tiongkok ingin bekerja sama dengan Mongolia guna membangun komunitas dengan masa depan bersama, serta mempromosikan kemitraan bilateral yang strategis dan komprehensif. Tujuannya, mendatangkan manfaat bagi masyarakat di kedua negara, seperti ditegaskan Xi.

Tiga motor penggerak

Xi mendorong kedua pihak agar memperluas tiga keselarasan dengan Belt and Road Initiative, serta strategi pembangunan "Prairie Road" Mongolia, Global Development Initiative, New Revival Policy Mongolia, serta rencana strategis "dua tahap" Tiongkok, dan kebijakan pembangunan jangka panjang Mongolia. Dengan demikian, langkah tersebut mewujudkan tiga motor penggerak yang kian mempererat hubungan bilateral.

Pada 2013, Xi mengemukakan Belt and Road Initiative guna meningkatkan konektivitas regional dan integrasi ekonomi. Strategi pembangunan "Prairie Road", rencana pembangunan ekonomi yang digagas Mongolia, ingin meningkatkan perdagangan dengan pasar-pasar yang bertetangga.

Sementara, "New Revival Policy" Mongolia terdiri atas reformasi komprehensif di bidang-bidang pelabuhan, energi, industri, dan pembangunan hijau. Senin lalu, Xi menyampaikan niat Tiongkok mempererat kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan perdagangan, energi dan pertambangan, konektivitas, teknologi informasi, serta pengolahan produk ternak.

Menurut Xi, Tiongkok mendukung rencana "Penanaman Satu Miliar Pohon" yang digagas Mongolia, dan ingin menjajaki pendirian pusat kerja sama Tiongkok-Mongolia untuk menangani kerusakan lahan.

Presiden Tiongkok juga mendorong langkah mempromosikan pembangunan Koridor Ekonomi Tiongkok-Mongolia-Rusia, serta proyek jalur pipa gas Tiongkok-Rusia yang melintasi Mongolia.

Kereta kargo Tiongkok-Eropa pertama yang berangkat dari Pelabuhan Jinzhou, Provinsi Liaoning, Tiongkok Timur Laut, menuju Helsinki, Finlandia, melintasi Kota Choibalsan, Mongolia, mulai beroperasi pada Agustus tahun ini. Kereta tersebut sejalan dengan pembangunan Koridor Ekonomi Tiongkok-Mongolia-Rusia.

Menembus $10 miliar

Di tengah langkah Tiongkok mencapai revitalisasi nasional dengan mengikuti modernisasi ala Tiongkok, kepada Khurelsuh, Xi berkata, Tiongkok tak hanya akan mewujudkan kesejahteraan dan pembangunan di dalam negeri, melainkan juga membagikan dividen pembangunan kepada negara tetangga dan dunia.

Tiongkok telah menjadi sumber investasi dan mitra dagang terbesar Mongolia selama 18 tahun berturut-turut. Tahun lalu, volume perdagangan kedua negara menembus $10 miliar untuk pertama kalinya.

Nilai perdagangan total antara Tiongkok dan Mongolia mencapai lebih dari 60% volume perdagangan asing Mongolia, menurut data Inner Mongolia Academy of Social Sciences.

Data kepabeanan juga menunjukkan, angka perdagangan bilateral menembus $9,68 miliar sepanjang 10 bulan pertama tahun ini.

Bekerja sama demi perdamaian dan pembangunan dunia

Kedua pemimpin, Senin lalu, sepakat bekerja sama demi perdamaian dan pembangunan dunia.

Presiden Tiongkok mendorong kedua pihak agar bekerja sama mengembangkan hubungan internasional jenis baru, serta berkontribusi membangun komunitas dengan masa depan bersama untuk umat manusia.

Tiongkok dan Mongolia merupakan dua negara berkembang di Asia Pasifik, serta memiliki kepentingan bersama dalam urusan internasional dan regional, seperti disampaikan Xi. Dia juga menambahkan, Tiongkok ingin berkoordinasi dengan Mongolia untuk mempertahankan multilateralisme sejati, menentang rivalitas blok, serta menjaga solidaritas dan kerja sama internasional.

Menekankan bahwa kondisi internasional dan regional tengah mengalami perkembangan penting dan kompleks, Khurelsuh meyakini, kedua pihak akan mempromosikan nilai-nilai Asia, serta bekerja sama menjaga perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di Asia.

Pihak Mongolia sangat menghargai kontribusi positif Tiongkok dalam pelestarian perdamaian, stabilitas, dan pembangunan dunia, serta sistem internasional dalam naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mongolia juga ingin meningkatkan komunikasi dan kerja sama dengan Tiongkok dalam isu internasional, serta berkontribusi menjaga perdamaian dan pembangunan regional.

Menurut Khurelsuh, Mongolia mendukung Global Development Initiative dan Global Security Initiative yang digagas Tiongkok.

https://news.cgtn.com/news/2022-11-28/Xi-holds-talks-with-Mongolian-president-1fktm7RlgJi/index.html 

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER