Jumat, 1 Juli 2022 | 21:44 WIB

Ramai-Ramai Boikot Lantaran akan Membagikan Data ke Facebook, Ini Keterangan Resmi WhatsApp

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Ajakan boikot WhatsApp dan beralih ke pesan singkat lain menggema. Ajakan beralih ke Telegram dan Signal sebagai pengganti WhatsApp terus menggema. Penyebabnya adalah WhatsApp dituding akan membagikan data penggunanya ke Facebook.

Facebook sebelumya membeli WhatsApp pada tahun 2014. Harga akuisisi sebesar US$ 19 miliar.

Terkait membagi data, WhatsApp angkat bicara. Dalam keterangan tertulis Rabu (13/1), WhatsApp membantah tegas membagikan kontak ke Facebook. “WhatsApp juga tidak dapat melihat pesan pribadi atau mendengar telepon Anda. Begitu juga Facebook,” terang WhatsApp.

WhatsApp lantas menjelaskan, pembaruan kebijakan privasi ini hanya berlaku untuk percakapan dengan akun Bisnis yang menggunakan WhatsApp Business API dan memilih provider hosting di luar WhatsApp.

Baca juga: Rencana Berbagi Data dengan Facebook, Kominfo Panggil WhatsApp

WhatsApp ingin pengguna jelas, bisnis tersebut kini dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untuk chat melalui WhatsApp, “Artinya, percakapan dengan bisnis tersebut dapat disimpan di server Facebook,” tulis Whats App.

Jika pengguna berbicara dengan bisnis yang memilih metode penyimpanan di luar WhatsApp, maka notifikasi di chat tersebut akan tampil. Pengguna kemudian berhak dan bebas memilih apakah mereka mau berinteraksi dengan bisnis tersebut atau tidak

Percakapan dengan akun Bisnis yang menggunakan aplikasi gratis WhatsApp Business, maupun yang menggunakan WhatsApp Business API tapi tetap menggunakan layanan hosting WhatsApp, masih terlindungi enkripsi end-to-end seperti biasa.

WhatsApp kini agresif mengembangkan WhatsApp Business API. Pengguna bisa memesan segala macam produk hanya melalui WhatsApp. (hlm)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER