Strategi Omnichannel, Kunci Gaet Pencari Properti Milenial

FinTechnesia.com | Berkembangnya digitalisasi dan penetrasi internet di Indonesia kini telah mencapai 202,6 juta pengguna pada 2021. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong industri properti beralih ke teknik pemasaran omnichannel. Ini mengedepankan kemudahan proses pencarian properti.  

Omnichannel marketing menitikberatkan implementasi strategi pemasaran yang mengkombinasikan penjuala online dan in-store terhubung dengan satu branding narasi yang konsisten. Dalam omnichannel marketing, strategi periklanan terintegrasi dan bertujuan pada pengalaman konsumen dibandingkan mengedepankan kuantitas.

Makin tereksposnya kaum milenial dan generasi Z terhadap perkembangan teknologi digital menjadi tantangan sendiri para pengembang properti. “Penerapan omnichannel marketing memastikan pengalaman pelanggan tetap konsisten di semua channels. Dengan menyatukan semua titik penjualan dengan satu narasi yang selaras dengan identitas brand itu sendiri,” imbuh Michael Ignetius Kauw, VP Corporate Sales Lamudi.co.id, Rabu (15/10).

Berdasarkan riset tren pasar properti semester I-2021 perusahaan teknologi bidang properti (PropTech), Lamudi.co.id, dalam lima tahun terakhir demografi pencari properti usia 25 sampai 45 meningkat dan dipimpin oleh mereka yang ada di umur 25 sampai 34 sebagai kelompok pencari properti yang terbanyak.

“Kaum milenial dan generation Z menginginkan kemudahan setiap proses perjalanan properti dari pencarian hingga pembelian. Demografi ini menginginkan kemudahan informasi dan tentunya adanya kesinambungan narasi antara penjualan online dan offline,” sebut Michael.

Skema roadmap digital Indonesia 2021-2024 Kominfo, mengkategorikan industri real estat sebagai sektor ekonomi prioritas. Penerapan strategi omnichannel dalam pemasaran properti menunjukan, teknologi tidak semata-mata menggantikan pelaku industri properti. Melainkan mendukung perkembangan sektor itu sendiri.

“Sebagai pelaku industri properti sudah semestinya kami beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Pemasaran online dan offline bukanlah sebuah opsi melainkan sebuah keharusan,” imbuh Theresia Rustandi Wakil Ketua Umum Realestat Indonesia (REI). (yof)